Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai hadiah yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto jadi suntikan semangat atlet di SEA Games 2025. (Dok. NOC Indonesia) TODAYNEWS.ID — Tren positif penampilan Kontingen Indonesia membuat posisi Merah Putih stabil di peringkat dua besar klasemen perolehan medali SEA Games XXXIII Thailand 2025. Capaian tersebut mencerminkan semangat tinggi atlet, pelatih, dan pembina dalam mengharumkan nama bangsa.
Perjuangan para atlet di arena pertandingan dinilai menunjukkan pembinaan cabang olahraga berada di jalur yang tepat. Konsistensi raihan medali menjadi indikator proses pembinaan yang berjalan berkesinambungan.
Dukungan Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi salah satu faktor pendorong utama semangat atlet. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah peningkatan bonus peraih medali emas menjadi Rp1 miliar.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai kebijakan itu memberi dampak psikologis besar. Ia menyebut perhatian Presiden menjadi pelecut luar biasa bagi atlet yang berlaga di Thailand.
“Saya mengerti setiap atlet pasti ingin memberikan yang terbaik ketika mendapat kepercayaan membela nama bangsa dan negara,” kata Raja Sapta Oktohari di Bangkok, Rabu (17/12/2025). Ia menambahkan kenaikan bonus menjadi Rp1 miliar menjadi suntikan semangat yang nyata.
Menurut Okto, panggilan akrabnya, kebijakan tersebut bukan soal pragmatis semata. Perhatian Presiden membuat atlet merasakan kehadiran negara di tengah perjuangan mereka.
Dengan dukungan tersebut, semangat tempur atlet meningkat di arena pertandingan. Para atlet tetap tampil berani meski harus bertanding di Thailand yang dikenal sulit bagi tim tamu.
Indonesia memiliki catatan sejarah kurang baik saat SEA Games digelar di luar negeri. Indonesia kehilangan gelar juara umum di Bangkok pada 1985 dan Chiang Mai pada 1995.
Okto menyebut perhatian Presiden tidak hanya diwujudkan lewat bonus. Presiden Prabowo juga terus memantau dan menyampaikan kebanggaan atas raihan emas para atlet.
“Perhatian ini merupakan sinyal kuat dukungan negara tidak akan berhenti pada SEA Games Thailand 2025 saja,” ujar Okto. Ia menyebut dukungan tersebut akan berlanjut ke Asian Games dan Olimpiade.
Meski demikian, Okto mengingatkan agar atlet dan pembina tidak cepat puas. Prestasi, menurutnya, harus terus ditingkatkan melalui pembinaan yang konsisten.
Ia juga menyinggung peningkatan anggaran olahraga yang dilakukan Presiden Prabowo. Okto menyebut sebelumnya anggaran SEA Games hanya Rp10 miliar sebelum dinaikkan enam kali lipat.
“Sekali lagi ini membuktikan perhatian dan dukung Presiden terhadap olahraga,” tegas Okto. Ia berharap olahraga tidak lagi dipandang sebagai bidang kelas tiga dalam pembangunan.
Terkait posisi Indonesia di klasemen, Okto menegaskan perjuangan belum selesai. Ia meminta seluruh anggota kontingen tetap fokus hingga penutupan SEA Games, Sabtu (20/12/2025).
Hingga Rabu malam, Indonesia berada di peringkat kedua dengan 72 emas, 85 perak, dan 105 perunggu. Masih dibutuhkan delapan emas lagi untuk memenuhi target 80 emas.
Okto mengapresiasi cabang olahraga yang telah memenuhi bahkan melampaui target. “Sumber-sumber medali emas masih ada dan harus terus kita jaga sampai SEA Games berakhir,” ujarnya.