x

Atlet Indonesia Tak Gentar Hadapi Tuan Rumah SEA Games 2025

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Des 2025 21:11 88 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kontingen Indonesia menunjukkan intensitas tinggi dalam perburuan medali emas menjelang penghujung SEA Games Thailand 2025. Sejak Selasa (16/12/2025) pagi, cabang triathlon dan dayung membuka panen emas yang kemudian disusul angkat besi, menembak, dan catur.

Rentetan hasil positif tersebut datang dari berbagai arena pertandingan yang tersebar di Bangkok dan Chonburi. Capaian ini memperlihatkan konsistensi performa atlet Indonesia di tengah persaingan ketat.

Semangat para atlet turut dipacu oleh pesan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Ia mengingatkan agar seluruh atlet tidak lengah meski target emas harian terus terlampaui.

Motivasi tambahan juga datang dari Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menjanjikan bonus Rp 1 miliar bagi atlet peraih medali emas sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka.

Dorongan tersebut melahirkan karakter patriotik dan fighting spirit tinggi di arena pertandingan. Atlet Indonesia tampil tanpa rasa gentar, termasuk saat harus berhadapan langsung dengan wakil tuan rumah Thailand.

Status tuan rumah kerap disebut memiliki keuntungan tersendiri dalam SEA Games. Dukungan suporter, fasilitas, venue, serta keunggulan psikologis menjadi faktor yang sulit dipisahkan.

Data statistik memperkuat anggapan tersebut. Dari 32 penyelenggaraan SEA Games, sebanyak 18 kali gelar juara umum diraih oleh negara tuan rumah.

Thailand menjadi negara tersukses dengan enam kali juara umum saat menjadi tuan rumah. Catatan itu diraih pada SEA Games 1959, 1967, 1975, 1985, 1995, dan 2007.

Indonesia berada di urutan berikutnya dengan empat kali menjadi tuan rumah sekaligus juara umum. Momen tersebut terjadi pada 1979, 1987, 1997, dan 2011.

Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan Filipina juga pernah merasakan status serupa. Keempat negara itu masing-masing dua kali menjadi tuan rumah dan juara umum.

Meski statistik berpihak pada tuan rumah, atlet Indonesia tidak menyerah pada keadaan. Mereka berupaya merapatkan jarak perolehan emas dengan penuh keyakinan.

Para atlet tetap bangga saat meraih kemenangan dan bersikap sportif saat harus mengakui keunggulan lawan. Setiap hasil dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Erick Thohir menilai mental para atlet Indonesia tetap terjaga di bawah tekanan. “Saya benar-benar bangga melihat semangat juang para atlet kita,” ujar Erick, menegaskan keyakinannya pada fighting spirit atlet Indonesia.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x