TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyatakan dukungannya terhadap kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” ucap Eddy kepada ANTARA ketika dihubungi dari Jakarta, Senin.
Selain itu, Eddy menilai apabila kebijakan tersebut juga mencakup anak sekolah, maka penurunan mobilitas akan semakin signifikan. Dengan demikian, potensi penghematan BBM secara nasional bisa menjadi lebih besar.
Namun demikian, Eddy juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penghematan energi dan aktivitas ekonomi. Ia menilai kebijakan ini harus diterapkan secara hati-hati agar tidak berdampak pada perlambatan ekonomi.
Karena itu, sektor industri dan manufaktur diminta tetap beroperasi normal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga perputaran ekonomi nasional tetap berjalan stabil di tengah upaya efisiensi energi.
“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” ujar Eddy.
Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Kemudian, pada Sabtu (21/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH setelah Lebaran mulai diterapkan. Kebijakan ini ditujukan sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
WFH akan diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga diimbau untuk sektor swasta. Meski begitu, kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam sepekan.
Selain itu, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasinya berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan WFH selama satu hari dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi energi, khususnya dalam penghematan BBM.
Ia menegaskan bahwa penerapan satu hari WFH bertujuan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.
Lebih lanjut, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka akan tercipta akhir pekan panjang dari Jumat hingga Minggu. Kondisi ini dinilai mampu mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.