x

Wagub Rano Tinjau Pengungsian Banjir di Jakarta Barat, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 16:45 25 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung dua lokasi pengungsian banjir Jakarta di Rusunawa KS Tubun dan Masjid Jami Al Fudhola, Jakarta Barat, pada Jumat (23/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak berjalan optimal.

“Saya bersama Gubernur Pramono hari ini turun ke beberapa lokasi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan banjir dan layanan pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik dan optimal,” ujar Wagub Rano.

Jumlah warga yang mengungsi di Rusunawa KS Tubun tercatat sebanyak 58 jiwa, sementara di Masjid Jami Al Fudhola sebanyak 60 jiwa. Terkait bantuan bagi warga terdampak, Wagub Rano menegaskan seluruh bantuan telah disalurkan sesuai dengan protap (prosedur tetap) lintas perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Di kedua lokasi pengungsian tersebut, Dinas Sosial DKI Jakarta telah mengoperasikan dapur umum. Selain menyediakan makanan siap saji, juga disiapkan kebutuhan khusus seperti makanan bayi bagi para pengungsi.

“Untuk bantuan, semuanya sudah sesuai protap. Dinas Sosial turun, dapur umum tersedia, dan makanan bayi juga disiapkan,” ungkap Wagub Rano.

Secara keseluruhan, dalam penanganan warga terdampak bencana di sejumlah wilayah, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 67.204 peralatan darurat. Peralatan tersebut meliputi perahu karet, tenda pengungsian, genset, pelampung, biskuit, serta makanan siap saji. Logistik ini telah didistribusikan ke 187 kelurahan. Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan 386 lokasi pengungsian yang tersebar di masjid, sekolah, GOR, dan RPTRA.

Wagub Rano menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi banjir. Meski ketinggian air tidak dapat diprediksi secara pasti karena dipengaruhi curah hujan, upaya mitigasi telah dirancang sejak awal.

“Sebetulnya kami sudah mendesain apa yang akan dilakukan apabila terjadi banjir seperti ini. Kami sudah memprediksi banjir akan terjadi, hanya saja tingkat ketinggiannya tidak bisa dipastikan karena faktor curah hujan,” ujarnya.

Selain itu, Wagub Rano mengapresiasi kerja keras jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta beserta seluruh tim di lapangan yang bekerja hingga dini hari untuk mengendalikan genangan. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama-sama untuk menanggulangi banjir. Itu kuncinya,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, penanganan banjir Jakarta diarahkan melalui program normalisasi sungai. Namun, program ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, seperti normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

“Normalisasi sungai merupakan pekerjaan jangka panjang dan tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun. Tantangan terbesarnya bukan hanya pembebasan lahan, tetapi juga sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kesiapan mereka untuk tinggal di rumah susun karena kawasannya harus dibenahi,” urainya.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan berbagai langkah. Di antaranya melalui operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI AU, serta pengoperasian pompa air di berbagai titik rawan genangan dan banjir. Selama periode cuaca ekstrem, Pemprov DKI Jakarta memobilisasi 779 unit pompa mobile dan stasioner.

Sebagai penutup, Pemprov DKI menegaskan komitmennya memastikan pengungsian banjir Jakarta tertangani cepat, kebutuhan warga terpenuhi, dan langkah mitigasi terus diperkuat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
7 hours ago
11 hours ago
11 hours ago

LAINNYA
x
x