Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan sambutan saat membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI DKI Jakarta Tahun 2026 di Gedung Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2026). (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Tahun 2026 di Gedung Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/1). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan layanan kemanusiaan yang terintegrasi di PMI DKI Jakarta.
“Dengan mengusung tema Percepatan Digitalisasi dan Integrasi Layanan, PMI DKI Jakarta harus memperkuat transformasi menuju organisasi kemanusiaan yang modern, responsif, dan tepercaya dalam menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis,” tuturnya.
Wagub Rano menyampaikan bahwa Mukerprov menjadi forum strategis agar PMI DKI Jakarta bergerak selaras dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Selain itu, forum ini juga berperan memperluas jangkauan layanan kemanusiaan yang terintegrasi, adaptif, dan inklusif di ibu kota.
“PMI adalah tempat pengabdian, bukan tempat mencari kekayaan. Ini adalah tugas mulia, sumbangsih nyata bagi kemanusiaan. Karena itu, nilai dasar dan semangat pengabdian PMI harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Rano mendorong PMI DKI Jakarta melakukan berbagai langkah konkret demi menghadirkan layanan kemanusiaan yang terintegrasi. Upaya itu meliputi penyusunan roadmap digitalisasi yang jelas, integrasi sistem dan data layanan antarunit PMI, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“PMI perlu memiliki roadmap digitalisasi yang jelas, bertahap, dan terukur, mencakup tata kelola organisasi, pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta pembinaan relawan,” terangnya.
Selain itu, PMI DKI Jakarta juga didorong menyusun program kerja yang realistis, efisien, dan berorientasi pada dampak nyata. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dunia usaha, serta masyarakat dinilai penting, diiringi tata kelola organisasi yang akuntabel dan transparan agar setiap dukungan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum.
Lebih jauh, Wagub Rano menyoroti peran vital PMI DKI Jakarta dalam layanan donor dan distribusi darah yang tidak tergantikan. Kebutuhan darah di Jakarta tergolong tinggi, sementara kapasitas pengumpulan harian masih perlu ditingkatkan seiring jumlah penduduk dan fasilitas kesehatan yang terus bertambah.
“Musyawarah ini diharapkan dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis dan inovatif, sekaligus memperkuat sinergi antara PMI dan Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan pelayanan kemanusiaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Wagub Rano juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan relawan PMI DKI Jakarta atas dedikasi mereka. Peran aktif PMI dalam merespons situasi darurat, bencana, serta penyediaan layanan darah dinilai sangat vital bagi sistem kesehatan dan kemanusiaan di Jakarta.