x

Update Perkembangan Pasca Bencana Sumatera, BNPB: Tidak Ada Penambahan Jumlah Korban Jiwa

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 13:00 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

BNPB menegaskan bahwa upaya terpadu lintas sektor masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.

“Dalam perkembangan terkini, tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa, hilang dan mengungsi,” kata BNPB dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu (24/1/2026).

Adapun total korban meninggal dunia di tigas provinsi tersebut tercatat sebanyak 1.200 jiwa, sementara korban hilang sebanyak 143 jiwa, sedangkan untuk jumah pengungsi sebanyak 113.903 jiwa.

BNPB bersama tim gabungan yang teridiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya masih terus mengupayakan percepatan pemulihan infrastruktur.

“Upaya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar wilayah terdampak semakin kondusif untuk dihuni kembali,” tulis BNPB.

Sementara, berdasarkan laporan distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 22 Januari 2026, total bantuan logistik yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.763,1 ton.

“Distribusi tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi, yakni 56 sorti pesawat charter BNPB, 66 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta 7 kapal laut”.

Selanjutnya, terkait skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap.

“Memasuki akhir Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 14.822 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 9.678 rekening penerima telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 3.255 kepala keluarga”.

Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 532 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 508.000 kilogram.

“Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta mengurangi potensi terjadinya bencana susulan di wilayah rawan,” jelas BNPB.

Untuk itu, BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat guna memastikan penanganan bencana berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak,” demikian BNPB.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
8 hours ago
8 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x