x

Ungkit Perekonomian Desa, 90 UMKM Ramaikan Pameran Produk Unggulan Desa di Boyolali

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Jan 2026 23:59 29 Yunita

TODAYNEWS.ID — Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beragam produk unggulan desa dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan gelaran Pameran Produk Unggulan Desa, di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

Produk unggulan itu dikelola oleh sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai desa, produknya mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal langka.

Sekretaris Tim Penggerak TP PKK Boyolali, Mindaryati mengatakan, puncak peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali menjadi momentum untuk mendorong desa-desa semakin berkembang dan inovatif, sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM.

“Kami berharap melalui puncak peringatan Hari Desa ini memberikan motivasi untuk desa-desa berkembang secara optimal, lebih inovatif lagi,” ujarnya.

Mindaryati mengatakan, pameran tersebut menjadi ruang promosi produk UMKM. Ia membeberkan, sejumlah produk lokal Boyolali yang ditampilkan juga memanfaatkan potensi bahan baku yang selama ini melimpah, namun belum dimaksimalkan. Salah satunya abon pepaya.

Selain itu, Boyolali juga menampilkan berbagai produk olahan sapi yang menjadi ciri khas daerah, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru.

Tak hanya produk Boyolali, pameran juga diikuti pelaku UMKM dari luar Jawa Tengah.

Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Fitriyati mengatakan, dalam pameran tersebut ia membawa produk kopi luwak dari desanya.

“Kopi kita ini kopi langka di Indonesia, cuma ada tiga titik: di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.

Fitriyati menyebut kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan diminati hingga mancanegara. Ia mengatakan, desanya pernah dikunjungi pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, hingga Malaysia.

“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai dari mancanegara, karena memang langka dan rasanya yang unik,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menilai, pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya Boyolali dan wilayah sekitarnya.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan BUMDes dari berbagai daerah dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas promosi produk desa ke berbagai daerah.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani menyampaikan, pameran produk unggulan desa di Boyolali diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi, termasuk perwakilan BUMDes dan UMKM lokal.

“Hari ini lebih dari 90 pelaku usaha, baik yang datang dari provinsi yang ada di Indonesia, perwakilan BUMDes, serta banyak menampilkan UKM-UKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” ucapnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menegaskan, pameran ini menjadi salah satu cara konkret dalam mendorong ekonomi desa.

“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
12 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x