x

Tunggangi Kerusuhan di Iran, IRGC: Balas Dendam AS dan Israel atas Kekalahan dalam Perang 12 Hari

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 14:12 3 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengutuk tindakan terorisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menjadi dalang utama atas kerusuhan dan kekerasan yang terjadi di Iran baru-baru ini.

Dalam pernyataan resmi IRGC, pada Minggu (11//1/2026) malam, menegaskan bahwa tindakan penghasutan kepada rakyat Iran yang dilakukan oleh para teroris dan didukung oleh AS dan Israel, akan berakhir dengan kegagalan total.

IRGC juga menyebut bahwa kejahatan yang dilakukan oleh teroris bersenjata dalam beberapa hari terakhir yang membuat gugurnya ratusan orang dan pasukan keamanan, merupakan kelanjutan dari agresi militer AS-Israel selama 12 hari terhadap Iran.

“Pemberontakan dan kekejaman baru-baru ini yang dilakukan oleh para perusuh dan teroris bersenjata di seluruh negeri, telah menyebabkan gugurnya ratusan orang dan pembela keamanan Iran tercinta kita,” tulis pernyataan resmi IRGC, seperti dilaporkan Kantor Berita Presstv.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa AS dan Israel berupaya membalas dendam kepada bangsa Iran atas kekalahan bersejarah mereka dalam agresi Juni 2025.

“Sebenarnya merupakan perpanjangan dari perang 12 hari yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang kriminal, dan tindakan balas dendam yang biadab atas kekalahan bersejarah di medan pertempuran besar itu,” tulis IRGC.

Dalam pernyataan itu, IRGC juga menyatakan bahwa Donald Trump yang konyol dan kriminal itu telah mendukung kekerasan dan terorisme modern di Iran dengan dukungan dari media dan negara-negara Barat, dan rezim Zionis.

Karena itu, IRGC mengecam keras campur tangan terang-terangan Trump dalam urusan internal Iran dan penghinaannya terhadap rakyat Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC menekankan bahwa Trump harus menunggu respons yang menghancurkan dari bangsa Iran yang gigih.

“Negara, kekuatan sistem suci Republik Islam, dan kedudukan luhur Velayat-e-Faqih, yang merupakan hasil dari darah suci yang ditumpahkan oleh ratusan ribu syuhada, adalah garis merah rakyat Iran, dan mereka akan mempertahankannya dengan segenap jiwa raga mereka, dengan teguh dan berani,” demikian pernyataan tersebut menyimpulkan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

LAINNYA
x
x