Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning. TODAYNEWS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengecam tuntutan Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela yang mengintimidasi untuk membentuk “kemitraan eksklusif” di sektor minyak dengan Washington.
“Penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela dan tuntutannya untuk ‘Amerika Pertama’ ketika Venezuela menangani sumber daya minyaknya sendiri adalah tindakan intimidasi yang khas,” kata Mao Ning, melansir Presstv, Kamis (8/1/2026).
Sementara dalam laporan ABC News, menyebutkan bahwa Washington telah memberi tahu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk memenuhi tuntutan Gedung Putih.
Termasuk agar Caracas, “Menyetujui untuk bermitra secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan mengutamakan Amerika ketika menjual minyak mentah berat.”
Menurut laporan tersebut, pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga menuntut agar Caracas, “Harus mengusir China, Rusia, Iran, dan Kuba serta memutuskan hubungan ekonomi dengan mereka”.
“Tindakan-tindakan ini secara serius melanggar hukum internasional, dan sangat melanggar kedaulatan Venezuela, serta sangat merugikan hak-hak rakyat Venezuela,” tegas Mao.
Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa China dan negara-negara lainnya memiliki, “Hak yang sah di Venezuela, yang harus dilindungi,” tegasnya.