Lokasi penganiayaan terhadap petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 diduga oleh oknum aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB.
“Iya betul, ada tiga korban pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat,” ujar Mukhlisin (38), staf SPBU 3413901, saat ditemui di lokasi pada Senin.
Menurut penjelasannya, insiden bermula ketika seorang pelanggan datang untuk mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Saat petugas melakukan pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi kendaraan yang terdaftar memang sesuai dengan sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak cocok dengan data yang tercantum.
“Pelanggan tersebut mengisi Pertalite. Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan yang terdaftar. Jadi, peraturan di SPBU, nomor polisi dan mobil harus sesuai dengan datanya,” jelas Mukhlisin.
Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas kemudian menolak pengisian Pertalite dan menawarkan alternatif. Pelanggan diarahkan untuk mengisi Pertamax yang tidak menggunakan sistem barcode.
“Kalau tidak sesuai barcode, kami arahkan ke Pertamax. Karena Pertamax tidak pakai barcode, jadi tetap bisa dilayani. Untuk Pertalite memang wajib sesuai data,” tambahnya.
Namun demikian, penolakan tersebut diduga memicu emosi pelanggan. Situasi pun memanas dan berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.
Mukhlisin menyebutkan terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut, yakni satu staf dan dua operator. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim yang baru enam bulan menjadi operator setelah lulus SMK, serta Abud Mahmudin yang telah bekerja sekitar empat tahun.
“Khoirul Anam kena tamparan di pipi. Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut sampai giginya goyang,” ungkap Mukhlisin.
Saat kejadian berlangsung, satu operator sedang bertugas dan satu staf berada di lokasi. Sementara itu, satu operator lain yang sebenarnya telah selesai bekerja turut keluar karena kondisi mulai ramai.
Akibat insiden tersebut, ketiganya mengalami syok. Meski tidak sampai dirawat di rumah sakit, mereka untuk sementara waktu diliburkan satu hari dan digantikan oleh petugas lain.
“Saat ini mereka syok, tapi cukup istirahat di rumah masing-masing,” kata Mukhlisin.
Peristiwa ini kemudian viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Dalam rekaman kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan pakaian hitam memukul, menampar, hingga mendorong pegawai SPBU. Pria tersebut juga tampak membentak dan menunjuk petugas yang menolak pengisian Pertalite sesuai prosedur.