Rektor UPI menyerahkan Beasiswa Jenius Pemprov Jabar usai Wisuda Gelombang I di Kampus UPI Bandung, Selasa (10/2/2026). (Todaynews.id) TODAYNEWS.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan terobosan baru dengan menerbitkan ijazah elektronik bagi para lulusannya.
Dimana para alumni tidak perlu lagi mengkhawatirkan ijazahnya hilang, dengan ijazah elektronik lulusan UPI bisa menyimpannya secara digital.
Rektor UPI Didi Sukyadi menjelaskan, jika para alumni tak lagi diberikan ijazah dalam bentuk fisik pada 2026 ini.
“Dan kita akan terus memperbaiki format yang ada supaya bisa lebih baik,” ujarnya, usai Wisuda Gelombang I dan Implementasi Beasiswa Jenius Pemprov Jabar di Kampus UPI Bandung, Selasa (10/2/2026).
Didi menyakinkan masyarakat jika keamanan untuk ijazah ini terjamin, karena pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Sertifikasi Elektronik. Oleh karena itu, dirinya menjamin bila ijazah tersebut tak dapat dipalsukan, lantaran menggunakan sistem keamanan berlapis yang tidak mudah ditembus.
“Selain itu kita juga sudah disertifikasi, sudah divalidasi. Dan saat ini ijazah itu tidak lagi ditandatangani secara manual, tetapi cukup menggunakan QR Code. Cara otorisasi ijazahnya, pengecekan validasinya melalui sistem. Jadi ketika seseorang mencetak ijazah, ijazah itu asli, tidak perlu dilegalisir, tidak perlu ada pengesahan pakai cap segala macam. Jadi lebih ramah lingkungan, kemudian juga lebih cepat pengerjaannya. Ini sebagai bagian dari transformasi digital UPI,” tuturnya.
Disisi lain, Didi menyebut sekira 600 orang dari seluruh fakultas mengikuti kegiatan wisuda hari ini. Pada acara kali ini pun diberikan Beasiswa Jenius kepada para mahasiswa UPI yang berasal dari Jawa Barat dan memiliki prestasi bagus.
“Pada tahun ini kita mendapatkan hibah yang cukup besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disebut dengan Beasiswa Jenius yang jumlahnya sekitar Rp1,2 miliar. Diharapkan mereka menjadi masyarakat yang jenius kemudian mampu menolong pekerjaan ekonomi di daerah Jawa Barat,” jelasnya.
Didi mengaku acara wisuda kali ini dipercepat mengingat bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari. Pihaknya tak ingin mengganggu kekhusuyukan bulan suci Ramadan dan agar mahasiswa maupun alumni termasuk orangtua bisa dengan tenang menjalani ibadah puasa.
Pada kesempatan sama, Ketua Majelis Wali Amanat UPI Nanan Soekarna menilai mahasiswa maupun alumni memiliki tantangan yang sama. Dirinya berharap para lulusan UPI dapat tetap menjaga integritas dan tidak melakukan hal yang melanggar hukum.
“Optimismenya kan sekarang itu lapangan pekerjaan sangat bersaing. Mungkin mindsetnya mesti diubah, jangan hanya mencari kerja tapi bisa menciptakan pekerjaan sendiri, itu yang penting buat kita,” imbuhnya.
Nanan pun memuji banyak lulusan UPI yang cum laude, hal ini membuktikan kualitas akademik yang semakin meningkat. Tapi dia juga meminta agar UPI tak melupakan pendidikan karakter agar para lulusannya bisa bersaing di dunia kerja.
“Di dalam proses perkuliahan, dari mulai semester 1 sampai sekarang, para mahasiswa UPI itu memang terlibat dalam kegiatan-kegiatan akademik, dan pembinaan moral dan karakternya. Insya Allah lulusan UPI dari tahun ke tahun tidak mengecewakan, baik yang mereka bekerja di PNS ataupun swasta maupun mereka yang studi lanjut dan berwirausaha,” pungkasnya. ***