x

Tata Cara Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 19:35 20 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Bagi umat Islam, gerhana bulan bukan sekadar peristiwa astronomi. Momen ini menjadi waktu yang sarat makna spiritual untuk menyaksikan kebesaran Allah sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah. Karena itu, ketika terjadi gerhana bulan, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat khusus yang dikenal sebagai shalat Khusuf.

Ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani, dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002), halaman 108, menjelaskan bahwa hukum shalat khusuf adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Adapun tata caranya secara umum tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah lainnya.

Lebih lanjut, Syekh Nawawi menerangkan bahwa shalat gerhana memiliki tiga tingkatan. Tingkatan pertama adalah yang paling sederhana, yakni dua rakaat sebagaimana shalat sunnah Zuhur. Tingkatan kedua berada di level pertengahan, yaitu setiap rakaat dilakukan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud. Sementara itu, tingkatan ketiga merupakan yang paling sempurna, yakni setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan, seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma’idah atau yang seukuran dengannya. Rukuk dan sujud pun disesuaikan dengan panjangnya bacaan surat tersebut.

Dengan memahami tata cara ini, umat Islam dapat menjadikan gerhana bulan sebagai momentum refleksi dan peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar menyaksikan perubahan cahaya di langit malam.

Adapun tata cara melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf) tingkat pertengahan adalah sebagaimana berikut:

1. Niat shalat gerhana yang dibarengi dengan takbiratul ihram. Adapun lafal niatnya adalah sebagaimana berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya, “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Membaca doa Iftitah.
3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
5. Rukuk pertama (lama).
6. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
10. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
11. Sujud pertama.
12. Duduk di antara dua sujud.
13. Sujud kedua.

Selanjutnya berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dan tata caranya pun sama sebagaimana pada rakaat pertama. Hanya saja, bacaan suratnya lebih pendek daripada bacaan surat pada rakaat pertama. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.

Dengan demikian, tata cara shalat Khusuf atau gerhana bulan itu pada dasarnya adalah sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dan sujud yang dilakukan di setiap rakaatnya. Wallahu a‘lam.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
7 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x