Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Blok-I Thar di Pakistan. (Foto: Xinhua) TODAYNEWS.ID – Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Jumat mengumumkan pemangkasan tarif listrik industri serta penurunan suku bunga pembiayaan ekspor sebagai langkah nyata mendukung sektor industri dan perdagangan. Kebijakan ini disampaikan langsung di hadapan para eksportir dan pelaku usaha.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa tarif listrik untuk sektor industri dipotong sebesar 4,04 rupee Pakistan (Rp. 241,95) per unit. Selain itu, biaya wheeling juga diturunkan 9 rupee (Rp. 539) per kwh guna mempermudah penjualan listrik ke unit industri terdekat, sehingga distribusi energi menjadi lebih efisien.
Tak hanya itu, pemerintah turut memangkas suku bunga fasilitas pembiayaan ekspor sebesar 300 basis poin menjadi 4,5 persen. Penurunan ini ditujukan untuk mengurangi beban biaya pendanaan para eksportir agar mereka lebih kompetitif di pasar global.
Menurut Sharif, serangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah upaya meningkatkan ekspor sekaligus menarik investasi baru ke dalam negeri. Ia menekankan pentingnya stabilitas ekonomi untuk mendukung dunia usaha.
Ia juga menyebut inflasi telah turun ke level satu digit, sementara suku bunga acuan berhasil ditekan ke 10,5 persen dari sebelumnya 22 persen. Pakistan, katanya, hampir saja menghadapi gagal bayar sebelum melakukan pembicaraan dengan International Monetary Fund. Meski cadangan devisa membaik, ia mengingatkan bahwa biaya energi dan bunga yang tinggi masih menjadi tantangan bagi daya saing eksportir.