x

Target Pengembalian Aset ke Negara Masih Jauh, Prabowo Minta Danantara Lebih Produktif

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 11:23 12 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menekankan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk meningkatkan kinerja guna memperkuat pengelolaan aset negara dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Prabowo menegaskan bahwa target jangka panjang Danantara masih cukup besar. Oleh karena itu, ia menekankan kepada perusahaan yang dikelola untuk memiliki tingkat pengembalian aset (return on asset) minimal 10 persen.

“Dalam tahun pertama saya ucapkan terima kasih atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” tegas Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara pada, Rabu (11/3/2026).

Namun dalam tahap awal, Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.

“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah 800 triliun,” ujar Presiden.

Meski demikian, Prabowo turut mengapresiasi capaian kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya yang dinilai mulai menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset pada 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini,” kata Presiden.

Menurut Prabowo, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan negara di bawah satu manajemen yang terintegrasi.

Pengelolaan yang terpusat dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja investasi, terutama dengan jumlah entitas usaha yang sangat besar.

“Tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan, bahkan ternyata saya baru tahu, bukan 250, seribu perusahaan lebih,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang sebanding dengan sovereign wealth fund di tingkat global.

“Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” tutur Prabowo.

Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya menjadi pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
15 hours ago
15 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x