x

Tanpa Kembang Api, Sampah Tahun Baru 2026 Hanya 91 Ton

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Jan 2026 11:45 2 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta berlangsung lebih sederhana dan reflektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seiring kebijakan tanpa kembang api serta kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan ringan sehingga membatasi aktivitas luar ruang, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat timbulan sampah sisa perayaan mencapai 415 meter kubik atau setara 91,41 ton. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus 132 ton.

Penanganan sampah difokuskan di sejumlah titik utama perayaan, antara lain kawasan Bundaran HI, Jalan Sudirman–MH Thamrin dan sekitarnya, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia, Monas dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, hingga kawasan Istiqlal dan sekitarnya.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam hingga dini hari. Meski jumlah pedagang kaki lima (PKL) meningkat dan hujan ringan sempat turun sehingga pembersihan harus lebih banyak dilakukan secara manual menggunakan sapu dan pengki, seluruh area perayaan tetap dapat ditangani dengan baik. Basahan hujan membuat sampah menempel di permukaan jalan serta menambah berat karena mengandung air.

“Ribuan petugas kebersihan kami kerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah agar Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai. Menjelang subuh, seluruh area sudah tuntas dibersihkan dan Jakarta kembali kinclong,” ujar Asep di Jakarta, pada Kamis (1/1).

Ia menambahkan, penurunan timbulan sampah tidak terlepas dari kebijakan pelarangan kembang api, kondisi cuaca, serta konsep perayaan Tahun Baru yang lebih sederhana dan bermakna. DLH DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga wajah kota.

Tak lupa, Asep turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dengan mengurangi timbulan sampah serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kesadaran warga ini sangat membantu dan menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih,” katanya.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai wujud empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Semangat kepedulian dan kebersamaan tersebut sejalan dengan upaya menjaga kebersihan, ketertiban, serta nilai-nilai kemanusiaan di ruang publik Jakarta.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
21 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x