x

Tak Bisa Tandingi Iran dalam Perang, Rezim Zionis Pakai Strategi Pengecut

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 23:50 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia mengungkapkan aksi kerusuhan yang terjadi di negaranya baru-baru ini merupakan kelanjutan dari kekalahan rezim Zionis dalam perang 12 hari terhadap Iran pada, Juni 2025 lalu.

Hal itu disampaikan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di Kediaman Resminya di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Awalnya, Boroujerdi mengatakan, bahwa rezim Zionis berpikir dengan melakukan pembunuhan terhadap para pejabat dan petinggi militer serta menyerang basis militer Iran akan memberikan kemenangan bagi mereka.

“Hari di mana mereka berpikir bahwa perang ini bisa diselesaikan hanya dengan beberapa jam dengan melakukan peneroran atau pembunuhan terhadap pejabat politik, pemimpin politik, pejabat militer dan menyerang basis militer dan pertahanan negara kami,” ucapnya.

Namun, setelah beberapa hari berperang dengan Iran, rezim Zionis justru mulai merengek kepada Amerika Serikat (AS) agar bisa menciptakan sebuah gencatan senjata karena mengetahui tak akan mampu menang dalam perang tersebut.

“Setelah belasan hari rezim Zionis Israel baru menyadari bahwa Iran merupakan negara yang tidak mudah dikalahkan maka ia mulai memohon-mohon kepada majikannya yaitu Amerika Serikat agar bisa menciptakan sebuah gencatan senjata,” ungkapnya.

Namun, selang beberapa waktu karena tak bisa melawan Iran dengan kekuatan militer, rezim Zionis justru memakai strategi pengecut dengan menggunakan para teroris dan menggerakkan massa untuk membuat kekacauan dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan yang sah di Iran.

“Dan setelah itu, strategi berikut yang dilancarkan oleh rezim Zionis Israel terhadap negara kami adalah mengupayakan makar dari dalam negara kami, yaitu pertama melalui menciptakan protes dan kerusuhan-kerusuhan di antara masyarakat,” paparnya.

Rezim Zionis kata Dubes tersebut, juga mengerahkan upaya untuk menjatuhkan nilai mata uang Iran dan melemparkan propaganda murahan terkait ketidakpuasan terhadap pemerintahan Iran saat ini.

“Mereka mendorong agar nilai mata uang nasional Iran terjun bebas dan menyebarluaskan ketidakpuasan di negara kami dengan sebuah tujuan yaitu menggantikan pemerintah negara kami dan rezim yang berkuasa,” urainya.

“Downnya nilai mata uang Iran yang mana ini berakibat dari kebijakan dan tekanan ekonomi yang selama ini diberikan oleh Amerika Serikat terhadap negara kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Boroujerdi juga mengungkapkan, bahwa rezim Zionis selalu melakukan penyerangan terhadap negara lain di Asia Barat dan melancarkan hegemoninya di kawasan untuk dapat menundukkan Iran.

“Selama 47 tahun berupaya dengan berbagai cara agar dapat menundukkan pemerintah Republik Islam Iran atas dukungan Amerika Serikat,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
22 hours ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x