x

Stok Beras RI Capai 4,5 Juta Ton, Mentan Pastikan Aman di Tengah Gejolak Timteng

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Apr 2026 08:56 19 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan cadangan stok beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog tetap stabil di angka 4,5 juta ton. Kondisi ini terjadi di tengah gejolak kawasan Timur Tengah, sehingga ketahanan pangan nasional dinilai tetap terjaga dan aman.

“(Stok beras pemerintah) sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, nggak usah diragukan,” kata Mentan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan stok beras nasional merupakan hasil nyata dari kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu relatif singkat. Dengan demikian, target swasembada beras bisa semakin mendekati kenyataan.

Hal tersebut didukung oleh berbagai kebijakan strategis, seperti peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, hingga transformasi pertanian modern yang terus dikembangkan.

“Sekarang ini, (sesuai) arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun,” ujarnya.

Namun demikian, peningkatan stok beras nasional juga membawa tantangan baru, yakni keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton.

“Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan, ke depan itu, dalam 10 hari, 20 hari, stok (beras) sudah 5 juta ton,” ucapnya.

Menurut Mentan, capaian ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

“Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi, nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.

Selain di tingkat nasional, peningkatan stok juga terlihat signifikan di berbagai daerah. Salah satunya di Sulawesi Selatan yang kini mencatat stok mencapai 761 ribu ton.

“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton, hari ini (stok beras) 761 ribu ton, dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. Dalam 20 hari lagi, 5 juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton,” jelasnya.

Untuk mendukung penyerapan hasil produksi petani, pemerintah juga terus memperluas kapasitas penyimpanan, termasuk dengan menyewa gudang tambahan.

“Bayangkan, dulu gudangnya yang disewakan ke orang karena tidak ada isinya. Sekarang ini sewa gudang,” ucap Amran.

Lebih lanjut, Mentan memastikan bahwa kondisi stok beras nasional yang melimpah telah diverifikasi langsung melalui pengecekan di lapangan.

“Kita harus cek langsung. Kita tidak boleh, bukan saatnya kita pura-pura. Kami lihat di depan, kami lihat truk. Ini gudang paling belakang, ini semua penuh,” tegas Amran.

“Ini tolong disampaikan kepada orang yang tidak percaya. Dan, yang tidak percaya, boleh mengecek gudang seluruh Indonesia,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dalam jangka panjang. Selain itu, jika memperhitungkan cadangan di sektor horeka (hotel, restauran, dan kafe) serta potensi panen yang masih berlangsung, ketersediaan pangan dinilai sangat mencukupi.

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” kata Amran.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x