x

Soroti Maraknya Pekerja Lulusan SD, DPR: Jangan Ada Lagi Siswa Putus Sekolah

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 23:38 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad, menyoroti data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkap bahwa 34,63 persen pekerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD).

Menurut legislator Fraksi PKB itu, fakta tersebut menjadi masalah besar bagi daya saing Indonesia dalam kompetisi global.

“Data dari BPS menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja kita masih rendah. Jika lebih dari 34,63 persen pekerja hanya berijazah SD dan hanya sekitar 13 persen yang berpendidikan tinggi, maka ini menjadi tantangan besar bagi peningkatan daya saing bangsa,” ujar Habib Syarief, Selasa (10/2/2026).

Habib Syarief menilai kondisi ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan nasional. Hal itu merupakan masalah besar yang tak boleh dibiarkan.

Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan pekerja berimplikasi langsung pada kompetensi dan produktivitas tenaga kerja nasional. “Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperlebar kesenjangan kesejahteraan,” katanya.

Untuk itu, Komisi X DPR meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk bertanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

“Pemerintah harus berusaha keras agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Minimal mereka harus lulus SMA atau SMK, bahkan didorong untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi. Pendidikan adalah kunci mobilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Syarief juga menyatakan keyakinannya bahwa kemajuan pendidikan akan berdampak langsung pada perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kualitas pendidikan akan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa.

“Jika anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang baik hingga perguruan tinggi, maka kualitas sumber daya manusia kita akan meningkat. Pada akhirnya, ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS per Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34,63 persen merupakan lulusan SD.

Sementara itu, lulusan SMP 17,31 persen, lulusan SMA tercatat sebesar 20,99 persen, dan lulusan SMK 14,06 persen.

Adapun penduduk bekerja yang pernah mengenyam pendidikan tinggi hanya sekitar 13 persen, terdiri dari 10,81 persen lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3, serta 2,20 persen lulusan diploma I/II/III.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x