Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani, menyoroti ketimpangan dalam industri perikanan nasional yang dinilainya bahwa selama ini sektor hilir hasil perikanan masih didominasi oleh pemodal besar, sementara pengusaha perikanan kelas menengah dan kecil seringkali terpinggirkan.
Ia pun mendesak pemerintah untuk memanfaatkan momentum kenaikan ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang tahun 2025 sebagai pintu masuk transformasi industri yang lebih inklusif.
“Kondisi ini harus diubah. Tren positif ekspor harus menjadi sarana untuk mengangkat pengusaha kecil dan menengah agar bisa terlibat lebih jauh dalam rantai pasok global,” kata Jaelani mengutip Kamis (19/2/2026).
Menurutnya jangan sampai tren kenaikan nilai ekspor tersebut hanya menjadi angka statistik, tetapi tidak memberikan dampak langsung kepada kesejahteraan nelayan dan petani udang.
“Jangan sampai mereka hanya jadi penonton di tengah kejayaan ekspor kita,” tegas legislator PKB tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total nilai ekspor perikanan periode Januari–Desember 2025 mencapai USD 6,27 miliar, atau tumbuh 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama dengan kontribusi USD 1,99 miliar (31,8%), disusul Tiongkok senilai USD 1,22 miliar (19,5%), dan ASEAN USD 1,00 miliar (16,0%).
“Kenaikan nilai ekspor ini patut kita apresiasi. Kendati demikian, pertumbuhan ini harus dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan petani udang di tingkat bawah, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pihak,” pungkasnya.