x

Sekda Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman di Tengah Cuaca Ekstrem

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 23:01 16 Yunita

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan persediaan pangan di wilayahnya dipastikan aman meskipun terjadi cuaca ektrem dan menjelang Ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, terus memperkuat pengendalian harga dan ketersediaan pangan di wilayahnya. Pengendalian inflasi juga terus dilakukan sepanjang tahun.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno usai menjadi narasumber di Studio I TVRI Jawa Tengah, di Jalan Pucang Gading Raya, Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

Hingga saat ini, lanjut dia, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah disebut masih stabil. Pemerintah daerah juga menjaga ketersediaan pasokan dengan menggandeng Bulog, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Menurut Sekda, Ramadan memang memiliki karakter berbeda dibanding bulan lainnya karena aktivitas ekonomi masyarakat meningkat selama sebulan penuh. Karena itu, koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak awal.

Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga yang selama ini berjalan di pasar-pasar tradisional.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” katanya.

Terkait cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, dan Grobogan, Sekda menyatakan, dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

“Kami sudah identifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar, karena hanya di beberapa lokasi,” ujar dia.

Sebagai informasi, Produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 telah memenuhi target dari pemerintah pusat. Hal itu sekaligus merupakan langkah awal untuk meneguhkan provinsi ini sebagai penumpu pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Produktivitas itu berasal dari luas tanam padi di Jawa Tengah sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen 1.673.012 hektare. Jumlah tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai tiga besar kontributor terbesar nasional.

Sebelumya, Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, memastikan bahwa ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026. Data dari Bulog mencatat stok beras di Jawa Tengah mencapai 339.094 ton. Jumlah itu mencukupi hingga Juni 2026 mendatang.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
11 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x