Komunitas sepak bola jurnalis Seejontor FC bersama anak yatim saat perayaan HUT ke-4 Seejontor FC di Lapangan Sepak Bola C Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok. The Beautiful Game) TODAYNEWS.ID – Komunitas sepak bola jurnalis Seejontor FC merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-4 dengan menggelar pertandingan persahabatan serta silaturahmi antaranggota di Lapangan Sepak Bola C Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Kegiatan bertema Ramadan Fair Play, Peduli dan Berbagi itu menjadi momen mempererat kebersamaan para jurnalis dari berbagai media yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap sepak bola.
Perayaan HUT ke-4 Seejontor FC tidak hanya diisi dengan pertandingan sepak bola. Akan tetapi juga kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan pembagian 170 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan itu diberikan oleh Anggota DPR RI Komisi XI Wahyu Sanjaya. Selain itu, komunitas ini juga menerima wakaf Al-Qur’an dari salah satu stasiun televisi nasional, Garuda TV, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan para jurnalis tersebut.
Sejak berdiri, Seejontor FC dikenal sebagai komunitas yang menghimpun wartawan dari berbagai latar belakang desk liputan. Di tengah rutinitas kerja jurnalistik yang padat dan penuh tekanan, sepak bola menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana memperkuat jejaring persahabatan di antara para jurnalis.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sepanjang kegiatan. Mulai dari pertandingan persahabatan di lapangan hingga sesi ramah tamah yang diisi dengan diskusi ringan seputar dunia jurnalistik dan rencana kegiatan komunitas ke depan.
Ketua Umum Seejontor FC, Harry Prasetya, mengatakan perjalanan empat tahun komunitas tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas jurnalis tidak hanya terbangun di ruang redaksi, tetapi juga di lapangan hijau.
“Empat tahun bukan waktu yang singkat. Seejontor FC lahir dari semangat kebersamaan para jurnalis yang ingin tetap sehat, solid, dan menjaga silaturahmi lewat sepak bola,” ujar Harry.
Menurut dia, kehadiran komunitas ini menjadi wadah positif bagi para jurnalis untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan aktivitas olahraga.
“Sepak bola menjadi media yang menyatukan kami. Di lapangan tidak ada sekat antar media, yang ada hanya kebersamaan dan sportivitas,” kata jurnalis BolaSport tersebut.
Harry berharap ke depan Seejontor FC dapat terus berkembang dengan memperluas jaringan, menggelar pertandingan persahabatan dengan berbagai komunitas, serta menjaga tradisi kebersamaan di kalangan jurnalis.
Selain itu, ia juga berharap kegiatan sosial seperti charity dan coaching clinic sepak bola usia dini dapat terus dilanjutkan sebagai kontribusi nyata komunitas terhadap perkembangan olahraga di Indonesia.
Ia menyebut Seejontor FC telah beberapa kali menggelar coaching clinic di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta dan Boyolali.
“Seejontor FC ingin terus mendukung perkembangan sepak bola sejak dini, semoga bisa terus mensupport sekolah sepak bola (SSB) di berbagai daerah,” ucap Harry.
Masa jabatan Harry sebagai Ketua SeeJontor FC sudah selesai. Kini, tongkat estafet akan diteruskan oleh Randra yang merupakan jurnalis dari Detik.
Randra menegaskan komitmennya untuk membawa energi baru bagi komunitas sepak bola jurnalis tersebut. Menurutnya, Seejontor FC sudah memiliki fondasi kebersamaan yang kuat.
“Ke depan kami ingin menghadirkan warna baru dengan memperbanyak kegiatan olahraga, sosial, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas agar Seejontor FC semakin berkembang dan memberi dampak positif,” ujar Randra.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Hadi Sulistia, turut menghadiri peringatan HUT ke-4 Seejontor FC. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai jendela komunikasi GBK kepada publik.
“Dalam rangka mewujudkan visi kami, tagline yang diusung sederhana yaitu GBK untuk semua. Ini adalah ruang olahraga sekaligus paru-paru utama Jakarta yang harus ramah bagi semua kalangan, dari anak kecil hingga lansia, dari pedagang kecil hingga tokoh dan pemimpin dunia,” jelas Hadi.
Ia juga mengungkapkan PPKGBK bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia tengah mempersiapkan penataan kawasan Blok 15 atau eks Hotel Sultan sebagai bagian dari upaya memperkuat visi pengembangan kawasan GBK.
Menurutnya, PT Indobuildco harus segera mengosongkan dan mengembalikan tanah eks HGB No. 26/Gelora dan eks HGB No. 27/Gelora beserta seluruh bangunan yang berdiri di atasnya kepada negara.
Aset seluas lebih dari 13 hektare tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi publik serta menjadikan kawasan GBK seluas 279 hektare semakin terintegrasi sebagai salah satu venue olahraga terbesar di dunia.
“Di bulan yang mulia ini kami mohon dukungan dan kawalan semua pihak agar proses penataan aset ini berjalan kondusif, transparan, dan benar-benar untuk kepentingan publik,” kata Hadi.
Ia menegaskan bahwa proses transisi pengelolaan eks Hotel Sultan akan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh karyawan, vendor, dan pelanggan.
Serta sebagaimana yang sebelumnya dilakukan saat transformasi Hotel Atlet Century menjadi Artotel Gelora Senayan serta perubahan JCC menjadi JICC.
“Kami dari GBK terus berupaya menambah fasilitas publik. Ke depan, kawasan ini diharapkan semakin berkembang menjadi ruang bersama untuk olahraga maupun kegiatan nonolahraga, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima hingga berbagai kegiatan internasional,” ujar Hadi.