Ilustrasi – Perusahaan minyak nasional Venezuela. Foto: Parstoday TODAYNEWS.ID – Saham-saham energi Amerika Serikat (AS) melonjak dalam perdagangan pra-pasar, pada Senin (5/1), setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Usai menangkap keduanya, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk membuka cadangan minyak mentah yang sangat besar dari negara itu.
Berdasarkan laporan The Guardian, bahwa Saham Chevron, yang sudah beroperasi di Venezuela di bawah lisensi khusus yang diberikan oleh pemerintahan Trump, naik 7% dalam perdagangan pra-pasar.
Saham Exxon Mobil naik 3,7%, sementara Halliburton, yang menyediakan produk dan layanan untuk sektor minyak dan gas, melonjak hingga 9%.
Sementara minyak mentah Brent atau patokan harga minyak internasional, diperdagangkan pada $61,16 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate relatif stabil di $57,72.
Menurut Badan Informasi Energi AS, Venezuela memiliki sekitar 17% cadangan minyak mentah global meski bertahun-tahun kekurangan investasi, mendapat sanksi perdagangan AS, dan blokade angkatan laut.
Intervensi Trump dapat memperdalam kelebihan pasokan di pasar, karena dirinya telah berjanji bahwa perusahaan minyak AS akan “masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara”.
Sejauh ini, belum ada satu pun perusahaan minyak terbesar AS yang berkomentar tentang klaim Trump bahwa mereka siap menghabiskan miliaran dolar untuk membangun kembali industri minyak Venezuela.
Namun, mantan eksekutif puncak Chevron, Ali Moshiri, mengatakan bahwa ia sedang mengumpulkan dana sebesar $2 miliar (£1,49 miliar) untuk proyek-proyek minyak Venezuela.
Moshiri, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala operasi Chevron di Amerika Latin, mengatakan kepada Financial Times bahwa dana Amos Global Energy Management miliknya telah mengidentifikasi aset-aset di Venezuela dan sedang bersiap untuk melakukan investasi.
“Kami telah mengantisipasi terobosan ini sejak lama dan memorandum penempatan pribadi senilai $2 miliar kami siap diluncurkan dengan beberapa target investasi yang telah diidentifikasi,” katanya.