x

Rupiah Terancam Melemah Seiring Skeptisisme Perdamaian AS-Iran

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Mar 2026 11:47 20 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis pagi, tercatat menguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.889 per dolar AS. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.911 per dolar AS.

Namun demikian, di balik penguatan tersebut, analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan kurs rupiah berpotensi kembali melemah. Hal ini dipicu oleh meningkatnya skeptisisme terhadap prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh skeptisisme akan perdamaian di Timteng. Harga minyak yang kembali naik juga membebani,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mengutip Anadolu, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya tidak sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memanipulasi pasar minyak dan finansial.

Lebih lanjut, Ghalibaf menyampaikan bahwa rakyat Iran menginginkan hukuman yang “penuh dan menimbulkan penyesalan” bagi para agresor. Sementara itu, seluruh pejabat disebut tetap solid dalam mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena dialog dengan Tehran dalam dua hari terakhir berlangsung “sangat baik dan produktif”.

Di sisi lain, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, West Texas Intermediate (WTI) telah mencapai 91 dolar AS per barel, sementara Brent kembali menembus level di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi ini turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, sehingga pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi krisis energi.

“Pemerintah telah menyampaikan apabila defisit akan tetap di bawah 3 persen dengan mengurangi anggaran untuk MBG (makan bergizi gratis),” ucap Lukman.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
6 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x