x

Rupiah Melemah Dampak Israel Langgar Gencatan Senjata

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 13:29 22 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi tercatat melemah sebesar 18 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.030 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.012 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah kali ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya akibat pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel yang kembali menyerang Lebanon.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 – Rp17.080 dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mengutip Anadolu, sebelumnya Amerika Serikat telah menerima proposal berisi 10 poin yang dapat dijadikan dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Salah satu poin penting dalam proposal tersebut adalah penghentian permusuhan di seluruh lini, termasuk wilayah Lebanon.

Namun demikian, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi. Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon. Bahkan, militer Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 100 lokasi hanya dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan wilayah Lebanon selatan, dengan total korban wafat mencapai 254 orang.

Bahkan, sebagaimana dilaporkan Sputnik, Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu (8/4) kemudian mengatakan penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dan menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman”.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menegaskan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut, mengingat adanya keterlibatan kelompok Hizbullah. Ia menilai situasi di kawasan itu merupakan bagian dari “bentrokan terpisah.”

Sementara itu, dari sisi domestik, sentimen ekonomi belum mampu menopang pergerakan rupiah. Penurunan cadangan devisa sebesar 3,7 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, serta surplus perdagangan yang berada di bawah ekspektasi pasar, belum memberikan dampak signifikan.

“Konsensus pasar surplus perdagangan 1,5 miliar dolar AS, tapi realisasi 1,2 miliar dolar AS,” ungkap dia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 minutes ago
5 hours ago
7 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x