x

RI Amankan Tarif 0 Persen bagi Ekspor Tekstil ke AS, 4 Juta Tenaga Kerja Bakal Terserap

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 18:00 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa kesepakatan tarif dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) oleh Indonesia dan Amerika Serikat (AS) diyakini akan memberikan manfaat signifikan bagi pekerja di sektor tekstil.

Adapun kesepakatan itu diambil setelah penandatanganan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (19/2/2026) waktu AS.

Dalam perjanjian tersebut, AS memberikan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia melalui mekanisme tariff-rate quota (TRQ), yang rincian teknisnya akan diatur lebih lanjut.

Airlangga mengatakan pembebasan tarif impor ini diharapkan membuat produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia lebih kompetitif di pasar AS dibanding negara lain.

Dampaknya, kapasitas produksi berpotensi meningkat sekaligus menjaga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Hal ini tentunya memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini akan sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” jelas Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026) waktu AS.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan membantu industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia memperluas penetrasi ke pasar AS, yang disebutnya berukuran sekitar 28 kali lebih besar dibanding pasar domestik Indonesia.

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun mendatang.

“Indonesia merencanakan untuk mengembangkan ekspor industri tekstil dari sekitar USD 4 miliar ke USD 40 miliar dalam 10 tahun, jadi saya pikir pembukaan pasar ini sangat perlu untuk industri Indonesia,” jelas Airlangga.

Sebagai informasi, kesepakatan ini merupakan hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025.

Awalnya Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh AS. Setelah proses negosiasi, disepakati tarif resiprokal 19 persen sebagai dasar. Namun, Indonesia berhasil mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu melalui perjanjian.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
22 hours ago
23 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x