Kondisi Gaza, Palestina saat ini setelah diserang secara terus-menerus oleh Militer Rezim Zionis Israel. Foto: IRNATODAYNEWS.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina, mengungkapkan bahwa bahwa jumlah korban tewas akibat serangan rezim Israel di Jalur Gaza telah meningkat lebih dari 72 ribu orang sejak 7 Oktober 2023.
Sementara terkait jumlah korban luka, Kemenkes Palestina dalam laporannya mengatakan telah meningkat menjadi 171.233, seperti dikutip dari berbagai sumber, Jumat (2/1/2026).
“Sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 72.000, 98% di antaranya berada di Gaza. Ini adalah jumlah syahid tertinggi dalam sejarah agresi pendudukan Zionis terhadap rakyat Palestina”. tulis laporan Kementerian itu.
Seperti diketahui, rezim Zionis Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya telah ditetapkan pada 10 Oktober 2025, dengan terus menyerang menargetkan warga Palestina melalui pemboman dan penembakan.
Dengan adanya dukungan kuat dari Amerika Serikat (AS), serangan terhadap warga Gaza tidak hanya menyebabkan genosida, tetapi juga menimbulkan kehancuran yang meluas.
Adapun kini, kerusakan infrastruktur di Gaza telah mencapai 90 persen. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar.
Sebagai informasi, Pusat Statistik Palestina mengumumkan bahwa populasi Jalur Gaza telah menurun sebesar 10,6 persen dalam dua tahun terakhir.
Menurut Pusat Statistik Palestina, pada pada hari Rabu (31/12/2025), perkiraan populasi Palestina di dunia adalah sekitar 15,49 juta jiwa atau telah menurun lebih dari 10 persen dalam dua tahun, menyusul genosida dan pengusiran paksa berulang kali terhadap warga Palestina.