x

Rentetan Peristiwa dari Titik Jatuhnya Pesawat ATR 42-500-Temukan 1 Pria Korban Meninggal

waktu baca 4 menit
Senin, 19 Jan 2026 07:20 32 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Serpihan pesawat ditemukan di area pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, puing pesawat ditemukan di beberapa titik koordinat. Salah satunya berada pada koordinat 4°55’44,503″ LS – 119°44’50,127″ BT dengan ketinggian 1.393 MDPL.

Serpihan lain ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama. Titik tersebut berada pada koordinat 4°55’44,37″ LS – 119°44’50,008″ BT dengan ketinggian 1.389 MDPL.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan serpihan pertama ditemukan pada pukul 07.46 Wita. Temuan awal tersebut berupa bagian jendela pesawat dengan ukuran kecil.

Tiga menit kemudian, tim SAR kembali menemukan bagian badan pesawat dengan ukuran lebih besar. Penemuan itu terjadi pada pukul 07.49 Wita di sekitar lereng lokasi kejadian.

“Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian pundak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat,” ujar Arif dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026). Ia menyebut bagian ekor pesawat berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Selanjutnya pada pukul 08.02 Wita, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU AJU. Pemantauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter Caracal. Pada pukul 08.11 Wita, tim SAR menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan. Peralatan mountaineering atau climbing dinilai diperlukan untuk menjangkau medan yang terjal.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian,” kata Arif. Ia menyebut fokus tim saat ini pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, dan penyesuaian taktik operasi.

Pesawat Alami Controller Flight Into Terrain

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak menabrak lereng Gunung Bulusaraung. KNKT mengatakan pesawat itu mengalami Controller Flight Into Terrain (CFIT).

“Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung), sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Soerjanto mengatakan pesawat tersebut masih dalam kendali pilot. Dia memastikan tidak ada upaya kesengajaan untuk ditabrakan ke lereng Gunung Bulusaraung. “Pesawatnya bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak bukan sengaja. Tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya,” ujar Soerjanto.

Sehari Sebelum Kecelakaan, Pesawat Alami Masalah Mesin

Direktur Operasional Indonesia Air Transport Capt Edwin mengatakan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak sempat alami masalah mesin atau engineering.

“Memang ada masalah di engineering kami,” kata Capt Edwin saat konferensi pers terkait pesawat ATR 42-500 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Capt Edwin mengatakan masalah mesin itu terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026. Kendati begitu, permasalahan itu sudah dilakukan perbaikan.

Untuk memastikan keamanan penerbangan pihaknya melakukan tes penerbangan. Dari hasil tes penerbangan tersebut hasilnya normal.

“Kami sudah perbaiki dan kami sudah tes terbukti dari Halim sampai Semarang dan Yogja itu tidak ada masalah. Jadi semua sudah normal kita sudah perbaiki,” ungkapnya.

Berhasil Evakuasi Puing Pesawat-Satu Korban

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut penemuan ini menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian. Ia mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR mengevakuasi sejumlah serpihan pesawat.

“Hari ini ada kabar gembira, tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah ditemukan satu korban,” ujar Bangun Nawoko di Posko SAR Desa Tompobulu, Minggu (18/1/2026).

Bangun Nawoko belum mengonfirmasi kondisi korban yang ditemukan. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi dari medan yang sulit. “Kondisi korban kita belum menyampaikan di sini yang jelas ini butuh effort yang cukup keras karena memang kondisinya luar biasa,” kata Bangun Nawoko.

Ia menambahkan korban tengah diupayakan untuk dievakuasi menuju Posko AJU Tompobulu. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat medan yang terjal. “Dan sekarang sudah berupaya untuk kita evakuasi ke Posko AJU di Tompobulu ini,” ujarnya.

Temukan 1 Pria Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan menemukan satu korban dari insiden Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan tim menemukan satu orang korban meninggal jenis kelamin laki-laki. “Telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki (meninggal dunia),” kata Arif dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Arif menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA pada koordinat 04°54′ 44″S dan 119° 44′ 48″. Arif mengungkapkan posisi korban berada di kedalaman jurang sekitar 200 meter. “Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat,” jelas Arif.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
17 hours ago
21 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x