x

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Agrosolution

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Mar 2026 16:10 69 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani. Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan Program Agrosolution Pupuk Kaltim Tahun 2026, yang melibatkan pemangku kepentingan sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares, perwakilan Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), mitra integrator Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR), manajemen Pupuk Kaltim, serta para petani peserta Program Agrosolution.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pupuk Kaltim, Azis Samual yaitu selaku komisaris Pupuk Kaltim Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Sinergi ini sangat penting, untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Azis Samual.

Selain itu Ia menilai Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan berbagai komoditas unggulan. Selain produksi beras yang signifikan, wilayah ini juga menjadi penghasil jagung dan berbagai jenis sayuran yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Jogja dan Jawa tengah kita tahu punya potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional, di wilayah ini banyak menghasilkan beras, jagung hingga sayur mayur,” Jelasnya.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dalam jangka pendek, tetapi juga membangun sistem pertanian yang tangguh, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kedaulatan pangan bukan pilihan, melainkan keharusan,” ujar Azis Samual mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya penguatan sektor pangan nasional.

Ia menambahkan semangat tersebut menjadi dasar bagi Pupuk Kaltim dalam menjalankan peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pertanian nasional melalui Program Agrosolution yang terus dikembangkan setiap tahun.

Program tersebut, lanjutnya, merupakan langkah konkret perusahaan dalam membantu petani menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, produk pupuk yang paling identik dengan Pupuk Kaltim adalah urea granul yang telah digunakan secara luas oleh petani di Indonesia. Produk tersebut dikenal memiliki kualitas yang terjaga dengan kandungan nitrogen optimal serta mudah diaplikasikan di lapangan.

Proses granulasi, katanya, membuat ukuran butiran pupuk lebih seragam, tidak mudah menggumpal, serta memiliki daya sebar yang baik sehingga membantu distribusi unsur hara lebih merata di lahan pertanian.

Karakteristik tersebut dinilai penting untuk memastikan tanaman dapat menyerap nitrogen secara efisien sesuai dengan fase pertumbuhan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menimbulkan inefisiensi biaya sekaligus berdampak pada penurunan kualitas tanah dalam jangka panjang.

Karena itu, edukasi mengenai pemupukan berimbang terus dilakukan melalui Program Agrosolution agar petani dapat menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa melalui FGD ini diharapkan tercipta keselarasan kebijakan dan strategi pertanian yang benar-benar berangkat dari kebutuhan di lapangan.

Ke depan, tantangan sektor pertanian tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kesuburan tanah agar tetap berkelanjutan.

Oleh karena itu, pendekatan pertanian berkelanjutan dan penerapan pemupukan berimbang perlu menjadi komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan para petani.

Melalui kolaborasi tersebut, Yogyakarta dan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x