Ketua Tim Khusus Pemenangan Partai Buruh, Said Salahudin. Dok. Partai Buruh TODAYNEWS.ID – Partai Buruh mengungkapkan pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 banyak suara sah masyarakat tidak dianggap.
“Pada Pemilu 2019, lebih dari 57,1 juta suara sah rakyat tidak dianggap,” kata Ketua Tim Khusus Pemenangan Partai Buruh, Said Salahudin dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Said mengatakan, puluhan juta suara sah terbuang sia-sia. Padahal, kedaulatan berada di tangan rakyat.
“Suara yang merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat itu dibuang begitu saja,” jelas Said.
“Padahal, rakyat sudah susah payah ke TPS dengan harapan calon yang dicoblosnya bisa mewakili mereka di DPR RI,” tambah dia.
Sementara itu, kata Said, suara sah yang terbuang pada Pemilu 2024 jumlahnya alami kenaikan, lebih dari 60 juta suara.
“Di Pemilu 2024, suara sah rakyat yang tidak dipedulikan oleh negara, jumlahnya bahkan melampaui angka 60,6 juta,” ungkap Said.
Said pun menjelaskan permasalahan bagitu banyaknya suara sah yang terbuang sia-sia dalam proses pemilihan.
“Mengapa masalah ini bisa terjadi? Jawabnya adalah akibat adanya aturan Parliamentary Threshold (PT),” jelas Said.
Said menambahkan, Partai Buruh menolak dengan tegas parliamentary threshold pada pemilu mendatang.
“Jika suaramu ingin mempunyai nilai dalam Pemilu, mari bersuara: TOLAK PEMBERLAKUAN PT DI PEMILU 2029,” pungkas Said.