Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan arahan saat meninjau pelaksanaan Kelas Digital Huma Betang di salah satu sekolah menengah di Kalimantan Tengah. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo menandai babak penting pembangunan daerah. Keberhasilan tersebut bukan sekadar klaim pemerintah, melainkan telah memperoleh legitimasi kuat dari publik melalui hasil survei nasional.
Seperti dilansir Kompas.com, Jumat (9/1/2026), Survei Teropong Daerah Litbang Kompas yang dilakukan secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen. Angka ini menegaskan bahwa hampir seluruh responden menilai program tersebut berjalan sesuai, bahkan melampaui, ekspektasi.
Survei melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri atas pelajar dan tenaga pendidik jenjang pendidikan menengah di seluruh Kalimantan Tengah. Hasilnya menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap arah kebijakan pendidikan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Kalteng.
Program Pendidikan Huma Betang dipandang sebagai tonggak reformasi pendidikan daerah sekaligus cerminan keseriusan Pemprov Kalteng dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan itu, persepsi positif terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran juga tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 97,6 persen.
Dalam surveinya, Litbang Kompas mengkaji berbagai elemen yang membentuk penilaian publik terhadap kinerja Pemprov Kalteng, khususnya di sektor pendidikan. Temuan tersebut tidak hanya menjadi cermin evaluasi masyarakat, tetapi juga rujukan objektif dalam perumusan kebijakan pendidikan ke depan.
Evaluasi difokuskan pada empat pilar utama Program Pendidikan Huma Betang, meliputi digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan. Digitalisasi diwujudkan melalui penyaluran televisi interaktif dan penyediaan internet gratis di sekolah-sekolah, sementara sarana prasarana diarahkan pada renovasi serta pembaruan fasilitas pendidikan.
Kelas Digital Huma Betang dikembangkan sebagai platform pembelajaran daring oleh Dinas Pendidikan Kalteng untuk membuka akses belajar jarak jauh yang lebih luas dan inklusif. Adapun program beasiswa direalisasikan melalui kebijakan sekolah gratis serta bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Keempat program tersebut memperoleh respons sangat positif. Digitalisasi pendidikan menjadi aspek yang paling diapresiasi dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Responden menilai program ini mampu meningkatkan mutu pembelajaran, mempercepat akses informasi, serta membuat proses belajar mengajar lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mayoritas responden juga merasakan perubahan signifikan pada kondisi sekolah dengan tingkat persetujuan mencapai 79,9 persen. Peningkatan fasilitas umum, ketersediaan internet, serta akses listrik menjadi indikator utama perbaikan yang paling dirasakan di lapangan.
Meski demikian, survei turut mencatat sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi. Kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di wilayah tertentu menjadi catatan penting. Publik menilai peningkatan kompetensi guru dan pendampingan siswa harus terus diperkuat agar transformasi digital berjalan optimal dan bertanggung jawab.
Pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pendampingan intensif kepada pelajar dinilai sebagai kebutuhan mendesak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi kendala utama dalam penerapan Kelas Digital Huma Betang di daerah pelosok. Kendati demikian, mayoritas responden tetap optimistis Pemprov Kalteng mampu menuntaskan tantangan tersebut secara bertahap.
Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah melalui proses perancangan sejak 2024 dan direncanakan diperluas pada 2026. Evaluasi Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.
Tidak hanya tingkat kepuasan, survei juga menunjukkan optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen serta dukungan publik terhadap Program Pendidikan Huma Betang sebesar 98 persen. Dukungan nyaris bulat ini menjadi modal sosial dan politik yang kuat bagi Pemprov Kalteng untuk melanjutkan agenda besar transformasi pendidikan.
Keberhasilan Program Pendidikan Huma Betang pun dipandang sebagai salah satu indikator utama penilaian kinerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, terutama dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.