Gambar kerusakan yang disebabkan oleh rudal Iran di wilayah Israel. Foto: Presstv TODAYNEWS.ID – Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian, memastikan bahwa Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel akan mendapatkan konsekuensi berat atas setiap pembunuhan yang dilakukan terhadap para pejabat negara itu.
Pezeshkian menegaskan kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, Kepala Organisasi Basij Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani Farsani, dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari tangan musuh tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Iran.
“Tidak diragukan lagi bahwa darah para martir terkasih ini tidak akan sia-sia, dan kemartiran mereka akan membangkitkan semangat revolusioner dengan motivasi yang lebih besar,” tegas Pezeshkian, mengutip Kamis (19/3/2026).
“Tidak diragukan lagi, pembalasan yang berat menanti para penjahat teroris yang telah menodai tangan kotor mereka dengan darah para martir yang tidak bersalah, namun berani dan teguh, dari tanah suci Iran selama agresi teroris baru-baru ini,” tambahnya memperingatkan.
Sementara itu, pada Kamis (19/3) Iran telah meluncurkan Gelombang 64 dari Operasi Janji Sejati, yang menargetkan situs-situs militer penting di wilayah pendudukan Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, jalur pasokan bahan bakar, dan pangkalan militer strategis di Haifa dan Rishon LeZion.
Melansir laporan kantor berita Presstv, operasi yang dimulai pada Kamis subuh tadi menggunakan sistem rudal canggih, termasuk Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Khorramshahr, dan berhasil menghantam semua target yang telah ditentukan.
Para pejabat Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap agresi militer Israel dan AS di kawasan itu.
Armada Kelima AS, yang ditempatkan di Teluk Persia, juga menjadi sasaran rudal jarak menengah. Sumber-sumber Iran mengkonfirmasi bahwa operasi tersebut terus berjalan dengan sukses.
Akibat operasi tersebut, lebih dari 5 juta pemukim di wilayah pendudukan dilaporkan terkurung di tempat penampungan. Otoritas Iran menggambarkan operasi tersebut sebagai pembalasan langsung atas agresi Israel dan AS.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan telah mencegat pesawat nirawak buatan Israel jenis “Heron” dan Herbiter (Harop) di atas Teheran dan Karaj, yang berupaya melakukan pengawasan terhadap situs-situs sensitif Iran.