Laporan: Akbar Budi Prasetia
Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya, pada Minggu (4/10/2026) sore. Foto: BPMI Setpres/Rusman TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono ke kediamannya, pada Minggu (4/10/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Bakom dalam membangun komunikasi pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo memberikan perhatian terhadap cara pemerintah menyampaikan program dan kebijakan kepada publik.
Presiden kata Teddy, menekankan agar komunikasi pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan program yang dijalankan, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (5/10/2026).
Teddy menuturkan, Prabowo juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana agar informasi pemerintah mudah dipahami masyarakat.
Presiden, lanjut Teddy, meminta komunikasi pemerintah tidak berhenti pada penyampaian mengenai apa yang dikerjakan, tetapi juga menjelaskan arah dan alasan di balik setiap kebijakan.
“Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” kata Teddy.
Selain menyampaikan informasi, Bakom juga diminta membuka ruang komunikasi dua arah dengan masyarakat.
Teddy mengatakan, Bakom diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pemerintah untuk menerima aspirasi, keluhan, dan kritik masyarakat.
“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” ujarnya.
Menurut Teddy, pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi pemerintah yang terbuka dan dialogis.
Melalui penguatan peran Bakom, pemerintah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu mendengar dan merespons aspirasi masyarakat.
“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat,” kata Teddy.
Dengan pola komunikasi tersebut, kebijakan pemerintah diharapkan dapat dipahami secara lebih utuh sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan aspirasinya kepada pemerintah.
Editor: Azis Arriadh