Ilustrasi – Bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menilai dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dua periode di Pilpres 2029 akan berbeda dengan Pilpres 2024.
Sebagaimana diketahui, pada moment menjelang Pilpres 2024 Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang semula mendukung Prabowo, secara tiba-tiba membatalkan dukungannya, dan memilih bergabung dengan kolaisi AMIN sebagai Cawapres pendamping Anies Baswedan.
Fernando menilai jika berkaca pada situasi politik hari ini, maka perubahan sikap PKB dan Cak Imin seperti di pilpres sebelumnya sangat tidak memungkinkan untuk berbalik badan dan menantang kembali Prabowo di 2029.
“Berbeda dengan Pilpres 2024 yang lalu karena peluang masih sama sehingga menggoda Muhaimin untuk ikut serta sebagai kontestan,” kata Fernando saat dihubungi TODAYNEWS, Rabu (11/2/2026).
Apalagi kata Fernando, Prabowo pernah secara terang-terangan mengingatkan PKB dan Cak Imin melalui sebuah guyonan agar terus diawasi pada saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa 6 Januari 2026 lalu.
Oleh karena itu, kata dia, guyonan Prabowo kepada Cak Imin tidak boleh dianggap sepele, menurutnya pernyataan itu adalah peringatan serius.
“Apalagi beberapa waktu lalu, walaupun secara berkelakar Prabowo meminta untuk mengawasi PKB yang dipimpin oleh Muhaimin namun perlu disikapi serius oleh Muhaimin,” ujarnya.
Untuk itu, kata Fernando, PKB dan Cak Imin harus memastikan bahwa dukungannya kepada Prabowo di Pilpres 2029 adalah sikap serius.
“Salah satu sikap serius tersebut dengan memberikan dukungan secara dini kepada Prabowo untuk menghadapi Pilpres 2029,” pungkasnya.