Pengunjung mancanegara melihat dan memilih produk kerajinan UMKM binaan Pertamina di ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 di Jakarta, 6 Februari 2026. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – PT Pertamina (Persero) memperluas akses pasar global bagi UMKM binaannya melalui ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang digelar di Jakarta pada 4–8 Februari 2026. Partisipasi dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini menjadi momentum penting bagi UMKM Pertamina Inacraft 2026 untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa hingga hari ketiga pameran atau Jumat (6/2/2026), transaksi UMKM binaan telah mencapai Rp7,5 miliar. Nilai tersebut terdiri atas transaksi ritel sebesar Rp3,8 miliar dan komitmen pembeli senilai Rp3,7 miliar.
Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina secara konsisten. Selain mendorong penjualan, perusahaan juga memperkuat fondasi bisnis agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Inacraft merupakan etalase strategis bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan buyer (pembeli) global. Kami mendorong UMKM untuk tidak hanya mencetak penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional,” ujar Baron.
Pemilik Bali Ayu, UMKM brand wellness dan aromaterapi asal Gianyar, Bali, Komang Yatik mengaku tidak pernah membayangkan produknya bisa dipercaya dan diminati pembeli dari berbagai negara. Keikutsertaan dalam UMKM Pertamina Inacraft 2026 menjadi titik balik penting bagi usahanya.
“Melalui pameran seperti di Inacraft ini dan pendampingan Pertamina, benar-benar membuka jalan bagi kami untuk melangkah ke pasar global,” ujar Komang.
Antusiasme pembeli mancanegara pun terlihat signifikan. Sejumlah buyer dari Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Argentina, Cili, hingga beberapa negara Afrika melakukan transaksi langsung sekaligus menjajaki kerja sama jangka panjang dengan UMKM binaan Pertamina.
Pembeli dari Malaysia, selain melakukan pembelian produk unggulan secara ritel, juga menyepakati rencana pasokan rutin untuk pasar ritel di negeri jiran tersebut. Sementara itu, buyer asal Prancis yang memiliki sejumlah gerai suvenir ternama melakukan pemesanan awal dan membuat komitmen pemesanan berkelanjutan dalam skala besar.
Di sisi lain, pembeli dari Maladewa memesan ribuan unit lilin berbahan batok kelapa. Hal ini menegaskan tingginya minat pasar global terhadap produk berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan. UMKM binaan Pertamina lainnya, Agrominafiber, juga berhasil menarik pembeli dari Argentina dan Jepang.
Baron menambahkan, keikutsertaan UMKM Pertamina Inacraft 2026 menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, memperluas akses pasar global, serta menjadikan UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berdaya saing.