x

Pertahanan Amerika di Kawasan Kritis, Trump Pusing 7 Keliling Minta Bantuan Sana-sini

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 23:30 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Perang antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat (AS) – rezim Zionis Israel kini telah memasuki hari ke-13 sejak agresi yang dimulai oleh Washington dan Tel Aviv pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.

Melalui sumber dari dalam Angkatan Darat AS yang memiliki pengetahuan langsung tentang operasi militer Amerika di Timur Tengah, disebutkan bahwa militer Gedung Putih telah menghadapi krisis rudal di kawasan.

Hal itu diketahui dari sumber yang mengungkapkan kepada kantor berita Press TV, bahwa pasukan AS sedang berpacu untuk mengangkut senjata dari teater strategis global lainnya ke kawasan.

Pengerahan logistik ini dilakukan karena semua serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran dalam beberapa hari terakhir berhasil mengenai sasarannya, baik di wilayah Israel maupun di pangkalan militer AS di seluruh kawasan.

Menurut sumber tersebut, kekuatan militer AS di kawasan saat ini berada dalam situasi kritis yang di mana kemampuan pertahanan udara Amerika sudah tidak lagi mampu membendung serangan yang dilancarkan Iran.

Atas kemunduran dan mendekati kejatuhan AS di kawasan, Presiden AS Donald Trump segera meminta bantuan kepada sekutu-sekutu Eropa dan Asia Tenggara, namun ditolak secara luas, menurut sumber tersebut.

Menurut penilaian tersebut, persediaan rudal pertahanan udara AS di kawasan itu telah menipis secara signifikan, sehingga sistem yang ada tidak mampu mencegat serangan rudal dan drone balasan yang terus berlanjut dari Iran dan anggota poros perlawanan regional.

Atas situasi krisis yang semakin memburuk, Trump pun melancarkan kampanye tekanan diplomatik intensif, melakukan panggilan telepon kepada para pemimpin beberapa negara Eropa dan Asia Tenggara.

Selama percakapan ini, presiden AS yang marah mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keengganan mereka untuk bergabung dalam upaya perang. Ia menuntut agar sekutu mengirimkan kapal perang mereka dan mengerahkan sistem radar buatan AS untuk membantu mencegat rudal Iran dan Poros Perlawanan.

Namun, respons dari negara-negara sekutu sebagian besar bersifat negatif. Penolakan diplomatik tersebut menunjukkan keengganan internasional yang semakin besar untuk terlibat dalam perang yang semakin meluas.

Sementara itu, para analis militer berpendapat bahwa penolakan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di antara sekutu AS tentang kemungkinan terseret ke dalam perang berkepanjangan dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi terhadap pasokan energi global dan stabilitas regional.

Tekanan logistik pada pasukan Amerika terus meningkat karena perang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas. Angkatan bersenjata Iran sejauh ini telah melancarkan 37 gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap rezim Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
14 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x