x

Perlu Investigasi Ketahui Penyebab Utama Jatuhnya Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

waktu baca 4 menit
Minggu, 18 Jan 2026 15:08 85 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan perlu investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

“Kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa, apakah cuaca atau ada kendala teknis yang lainnya,” kata AHY di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

AHY mengatakan setelah melakukan investigasi penyebab jatuhnya pesawat tersebut pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut. “Perlu waktu untuk investigasi. Nanti akan diupdate perkembangannya,” kata AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan bahwa titik kordinat jatuhnya pesawat sudah ditemukan dan tim di lapangan saat ini masih melakukan evakuasi. “Perlu operasi khusus untuk bisa melakukan evakuasi dan Basarnas dan tim di lapangan juga terus bekerja berupaya untuk bisa mengatasi situasi yang ada di lapangan,” jelas AHY.

AHY tidak menampik lokasi jatuhnya pesawat berada di lereng Gunung Bulusaraung. Kendati begitu, AHY memastikan tim di lapangan bekerja keras untuk melakukan evakuasi. “Kita terus melakukan upaya untuk melakukan evakuasi,” ujar AHY.

Diketahui, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak menabrak lereng Gunung Bulusaraung. KNKT mengatakan pesawat itu mengalami Controller Flight Into Terrain (CFIT).

“Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung), sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Soerjanto mengatakan pesawat tersebut masih dalam kendali pilot. Dia memastikan tidak ada upaya kesengajaan untuk ditabrakan ke lereng Gunung Bulusaraung. “Pesawatnya bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak bukan sengaja. Tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya,” ujar Soerjanto.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Serpihan pesawat ditemukan di area pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, puing pesawat ditemukan di beberapa titik koordinat. Salah satunya berada pada koordinat 4°55’44,503″ LS – 119°44’50,127″ BT dengan ketinggian 1.393 MDPL. Serpihan lain ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama. Titik tersebut berada pada koordinat 4°55’44,37″ LS – 119°44’50,008″ BT dengan ketinggian 1.389 MDPL.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan serpihan pertama ditemukan pada pukul 07.46 Wita. Temuan awal tersebut berupa bagian jendela pesawat dengan ukuran kecil. Tiga menit kemudian, tim SAR kembali menemukan bagian badan pesawat dengan ukuran lebih besar. Penemuan itu terjadi pada pukul 07.49 Wita di sekitar lereng lokasi kejadian.

“Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian pundak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat,” ujar Arif dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026). Ia menyebut bagian ekor pesawat berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Selanjutnya pada pukul 08.02 Wita, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU AJU. Pemantauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter Caracal. Pada pukul 08.11 Wita, tim SAR menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan. Peralatan mountaineering atau climbing dinilai diperlukan untuk menjangkau medan yang terjal.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian,” kata Arif. Ia menyebut fokus tim saat ini pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, dan penyesuaian taktik operasi.

Arif menegaskan medan di lokasi kejadian cukup menantang. Kondisi tersebut menuntut dukungan peralatan khusus demi kelancaran operasi. “Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering,” ujar Arif. Ia menekankan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian.

Ia mengatakan tim rescue melalui udara telah diturunkan ke lokasi. Tim tersebut saat ini mulai melakukan pencarian terhadap korban pesawat.“Sampai saat ini tim SAR gabungan sudah menurunkan tim rescue melalui udara dan langsung melakukan pencarian korban,” kata Arif.

Ia berharap masih ada korban yang dapat dievakuasi dalam kondisi selamat. Menurut Arif, metode pencarian dibagi menjadi dua jalur, yakni SRU darat dan SRU udara. Total personel SAR gabungan yang dikerahkan di lokasi mencapai sekitar 1.200 orang.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
5 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

LAINNYA
x
x