x

Peringkat Utang RI Jadi Negatif, DPR Khawatir Kepercayaan Investor Runtuh

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 22:00 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar, menanggapi peringatan keras dari lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings, yang merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

Legislator Fraksi PKB itu mendesak pemerintah segera merombak kebijakan ekonomi guna menghindari pengungsi potensi modal dan membengkaknya beban bunga utang negara.

Ia menegaskan bahwa perubahan status ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan alarm bagi kelayakan fiskal Indonesia di mata dunia dan berpotensi memicu turunnya kepercayaan pasar global.

“Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh. Stabilitas kebijakan adalah faktor kunci. Jika kepercayaan investor runtuh, biaya pinjaman negara akan meroket dan pembayaran bunga utang akan memakan ruang fiskal kita,” ujar Marwan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Adapun Fitch memproyeksikan defisit anggaran Indonesia pada tahun 2026 akan menyentuh angka 2,9 persen dari PDB, melampaui target yang diinginkan pemerintah di angka 2,7 persen.

Menurut laporan Fitch, tekanan ini dipicu oleh proyeksi penerimaan negara yang melambat di tengah rencana belanja sosial.

Salah satu yang disiarkan adalah beban program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan akan menyedot hingga 1,3 persen dari PDB.

Untuk itu, Marwan pun memperingatkan agar program-program populis jangan sampai mengorbankan disiplin fiskal yang selama ini dijaga ketat.

“Program strategi untuk kesejahteraan memang penting, tetapi tanpa perencanaan fiskal yang matang, program tersebut justru bisa menjadi beban yang mengganggu stabilitas ekonomi nasional,” tegas mantan Menteri Desa tersebut.

Lebih lanjut, Marwan menilai, jika pemerintah gagal merespons sinyal negatif dari Fitch, dampak beruntun akan segera terasa di pasar keuangan. Mulai dari kenaikan volatilitas nilai tukar hingga seretnya arus investasi asing yang masuk ke sektor riil.

Oleh karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter di Bank Indonesia guna menjaga benteng kredibilitas perekonomian.

“Jangan tunggu sampai peringkat kita benar-benar turun. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan diukur dan tidak merusak kesehatan APBN,” pungkas Marwan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x