x

Perbaikan Rutilahu Jadi Kunci Tekan Prevalensi TBC

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Jan 2026 10:30 24 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai strategi utama untuk menurunkan prevalensi tuberkulosis (TBC) di wilayah rawan kesehatan, termasuk Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Pasirwangi, Senin 26 Januari 2026.

Farhan menyebut, kondisi rumah yang lembap, gelap, dan tidak memenuhi standar kesehatan menjadi salah satu faktor utama penyebaran TBC.

“Rutilahu itu kuncian. Kalau kita serius memperbaiki rumah tidak layak huni, insyaallah prevalensi TBC di Kota Bandung bisa turun signifikan,” ujar Farhan.

Ia menyampaikan, pada tahun 2026 Pemkot Bandung akan menggenjot program perbaikan Rutilahu secara lebih masif. Khususnya di RW yang memiliki kerentanan kesehatan tinggi. Program tersebut akan dikaitkan langsung dengan intervensi kesehatan masyarakat.

Selain Rutilahu, Farhan juga menyoroti pentingnya penyediaan septic tank untuk mendukung target Open Defecation Free (ODF). Berdasarkan pemaparan kelurahan, masih terdapat kekurangan septic tank di RW 2, RW 3, dan RW 10 Pasirwangi.

“Masalah sanitasi ini tidak bisa dipisahkan. BABS meningkatkan risiko diare, diare berkontribusi pada stunting, dan lingkungan tidak sehat memperbesar risiko TBC,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pasirwangi Meli Susanti menyatakan siap menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan melakukan pendataan dan pendampingan RW, termasuk percepatan survei Rutilahu dan sanitasi.

“Kami akan langsung koordinasi dengan OPD terkait agar survei bisa segera dilakukan, terutama untuk RW yang sudah mengajukan,” ujar Meli. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
1 day ago
1 day ago
3 days ago

LAINNYA
x
x