Pengamat Kebijakan Publik Andrinof A. Chaniago. Foto: Repro/Tangkapanlaya kanal YouTube Budiman Tanuredjo. TODAYNEWS.ID – Pengamat Kebijakan Publik Andrinof A. Chaniago, menilai keberhasilan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan pada hari Jumat sangat ditentukan oleh dua variabel.
Menurut Andrinof untuk mencapai tujuan penghematan efiensi penggunaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) yang pertama, tergantung dari bagaimana pengawasan setiap pimpinan masing-masing lembaga atau instansi.
“Tentang kebijakan WFH, kuncinya, pertama, di atas atau pemimpin mulai dari level terendah hingga paling atas,” kata Andrinof saat dihubungi TODAYNEWS, Kamis (2/4/2026).
Dia menilai kebijakan WFH tersebut akan bermanfaat jika para pegawai ditekankan pada output dari unit kerja itu sendiri.
“Kalau mereka sudah biasa berorientasi pada output per pegawai dan output unit kerja, WFH bisa bermanfaat kalau output tiap hari per pegawai jelas,” ujarnya.
Selain itu, keberhasilan kedua dari kebijakan ini juga sangat ditentukan dari monitoring output setiap pegawai.
“Kedua, monitoring output dari WFH sangat tergantung budaya kerja dengan teknologi dan sistem berbasis IT,” ucapnya.
Ia menilai jika kebijakan WFH yang diterapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak memiliki sistem yang jelas seperti perusahaan swasta, maka kebijakan ini hanya akan dimanfaatkan oleh para ASN untuk liburan.
“Jika kantor-kantor belum menganut budaya berteknologi dan tidak punya sistem yang bagus seperti perusahaan-perusahaan industri swasta, WFH hanya memberi waktu liburan bagi ASN,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapt kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat yang mulai berlaku 1 April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa terdapat sektor-sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH.
“Terdapat sektor-sektor yang dikecualikan, yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan. Kemudian sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan,” kata Airlangga pada Senin (31/3/2026).