Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota, Rabu (25/3/2026). (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo kembali mengingatkan agar warga yang datang ke ibu kota memiliki kemampuan untuk bekerja sehingga tidak menjadi beban.
“Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja, dan kapabilitasnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/3).
Pria yang akrab disapa Pram itu menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi terhadap para pendatang.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa pemerintah tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin merantau dan mencari pekerjaan di ibu kota.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa jika warga yang datang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja, maka pemerintah akan mengambil langkah penertiban.
“Dalam hal yang seperti itu (pendatang yang tak punya kemampuan kerja), pasti akan kami berikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa mempunyai kemampuan apa pun dan menjadi beban. Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi meminta Pemprov DKI untuk memperkuat pendataan serta pengawasan administratif kependudukan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi calon pendatang mengenai kondisi nyata lapangan kerja dan biaya hidup di ibu kota.
Menurutnya, urbanisasi tanpa persiapan yang matang hanya akan memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga bertambahnya permukiman yang tidak layak huni.
“Kota ini terbuka bagi siapa pun, tetapi mari bersama menjaga agar kota ini tetap tertib dan layak bagi seluruh warganya,” tutur Nabilah.