Wali Kota Semarang temui nelayan Tambak Lorok. Foto: Yunita/todaynews.id TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat merespon masa paceklik yang melanda kawasan pesisir akibat dampak angin barat yang menyebabkan para nelayan tidak dapat melaut.
Dalam rangkaian kegiatan “Temu Warga Lokal” di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Jumat (9/1/2026) Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyalurkan 400 paket sembako dengan sasaran satu paket untuk satu kepala keluarga. Setiap paket berisi kebutuhan pokok (beras medium 2,5 kilogram, minyak goreng, gula, tepung terigu, susu, serta lauk siap saji) yang dapat langsung dimanfaatkan oleh warga.
“Kita tahu di masa angin barat ini, nelayan bisa tidak melaut selama dua minggu hingga berbulan-bulan. Dalam masa-masa sulit seperti ini, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” kata Agustina.
Selain bantuan pangan, Wali Kota juga menyiapkan strategi ekonomi alternatif sebagai langkah lanjutan agar nelayan tetap memiliki aktivitas produktif selama tidak melaut. Salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan air tawar berbasis teknologi bioflok yang dinilai masih selaras dengan keahlian para nelayan.
“Kami tidak ingin nelayan benar-benar berhenti beraktivitas dan karena kehidupan laut adalah passion mereka, kami siapkan kegiatan aktivitas ekonomi lain, seperti budidaya ikan air tawar, lalu pengolahan hasil laut seperti kerajinan kulit kerang bagi para perempuan di sini. Kepiye carane ekonomi keluarga tetap bergerak,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Agustina juga memberi perhatian kepada para nelayan yang terdampak lebih berat, termasuk kapal rusak atau tenggelam akibat hantaman ombak. Pihaknya memastikan akan mengoordinasikan pembiayaan perbaikan kapal agar nelayan bisa kembali melaut ketika kondisi laut membaik. “Prinsipnya, kami bantu agar mereka bisa kembali bekerja,” tegasnya.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian “Temu Warga Lokal Semarang Utara”. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota meninjau hasil betonisasi di Jalan Lodan, meresmikan Posyandu di Sport Center Bandarharjo, hingga memeriksa instalasi air limbah di Kampung Mangut.
Agustina menegaskan bahwa kehadiran langsung di lapangan menjadi instrumen paling jujur untuk memetakan persoalan warga secara akurat sehingga setiap kebijakan dan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Pemerintah tidak boleh hanya menunggu laporan di balik meja. Kami harus hadir, melihat realita di lapangan, dan memastikan masyarakat tidak merasa berjuang sendirian menghadapi kesulitan,” pungkasnya.