Petugas mengangkut sampah sisa banjir ke dalam truk. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) bersama jajaran Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kramat Jati berhasil mengangkut 25 ton sampah sisa banjir di wilayah tersebut sejak pekan lalu.
“Sebanyak 25 ton sampah sisa genangan di wilayah Kecamatan Kramat Jati berhasil dibersihkan,” kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah di Jakarta, Jumat.
Proses pembersihan sampah ini telah dilakukan sejak Senin (23/3) dan akhirnya rampung sesuai target pada hari ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir.
Sampah yang diangkut merupakan dampak dari luapan Kali Baru dan Kali Induk yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam hingga Minggu (22/3) pagi, sehingga meninggalkan timbunan cukup besar di sejumlah titik.
Dwi menjelaskan, dari dua lokasi terdampak yaitu Kelurahan Tengah dan Batu Ampar, volume sampah terbesar berasal dari Kelurahan Tengah dengan total 21 ton, sedangkan Batu Ampar mencapai empat ton.
Dalam proses pengangkutan, pihaknya mengerahkan delapan armada yang terdiri dari tiga truk tipper besar, tiga truk tipper kecil, satu unit Hilux, serta satu unit mobil pikap milik Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air.
“Sebanyak 15 personel Satgas Lingkungan Hidup juga dikerahkan, dibantu petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) dan Satgas (Satuan Tugas) UPS Badan Air,” ucap Dwi.
Meski demikian, proses pembersihan tidak berjalan tanpa hambatan. Salah satu kendala utama adalah akses jalan yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan pengangkut.
“Beberapa titik harus ditangani secara manual karena kendaraan tidak bisa masuk. Sampah dibawa terlebih dahulu ke lokasi yang dapat diakses armada pengangkut,” jelas Dwi.
Sementara itu, Lurah Tengah Budi Hartati memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani sampah pascagenangan di wilayahnya.
“Terima kasih kepada jajaran Lingkungan Hidup, UPS Badan Air, petugas PPSU, serta warga yang turut membantu,” ungkap Budi.
Untuk mempercepat proses pembersihan, sebanyak 30 petugas PPSU juga dikerahkan dan difokuskan di sejumlah titik terdampak, seperti RT 01, 02, 03, 09, dan RT 10 di RW 01, serta RT 04 di RW 08.
“Semoga pembersihan sampah ini bisa segera tuntas dan ke depan tidak terjadi genangan kembali,” harap Budi.
Sebelumnya, hujan deras yang disertai luapan air dari Kali Ciliwung menyebabkan sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, terendam pada Sabtu (21/3).
Curah hujan tinggi sejak sore hari memicu meluapnya Kali Ciliwung, hingga merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut.
Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, ketinggian air meningkat drastis hingga lebih dari satu meter.
Ketinggian air di kawasan tersebut pun bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter di beberapa titik.
Setelah banjir surut, warga yang berada di lokasi lebih tinggi langsung melakukan pembersihan sisa lumpur yang terbawa arus.
Kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong sebagai upaya mempercepat pemulihan lingkungan agar kembali normal.
Selain permukiman, banjir juga sempat menggenangi ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
Akibatnya, kemacetan panjang terjadi dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo maupun sebaliknya, sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas.
Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju, bahkan tidak sedikit pengendara yang memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan air.