x

Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Pohon Tumbang di Musim Pancaroba

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 14:57 20 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui kolaborasi lintas perangkat daerah terus memperkuat mitigasi risiko pohon tumbang di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda selama musim pancaroba April 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus mengungkapkan, periode Maret hingga April merupakan fase rawan terjadinya pohon tumbang akibat perubahan cuaca yang signifikan.

“Setiap tahun, pola di musim pancaroba ini memang memicu angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang. Karena itu, kami sudah melakukan langkah mitigasi sejak awal, seperti pemangkasan pohon-pohon yang berisiko,” ujarnya.

DPKP mencatat terdapat sekitar 65 ribu pohon yang tersebar di 400 ruas jalan di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dalam kondisi sehat. Namun, faktor cuaca ekstrem seperti angin kencang dengan kecepatan hingga 60–75 kilometer per jam tetap dapat menyebabkan pohon tumbang, termasuk yang kondisinya masih baik.

“Tidak hanya faktor usia atau kesehatan pohon, tetapi juga kondisi perakaran dan tekanan lingkungan. Bahkan pohon sehat pun bisa tumbang saat terjadi cuaca ekstrem,” jelasnya.

Untuk itu, DPKP terus meningkatkan intensitas pemantauan dan pemeliharaan pohon. Pada tahun 2026, jumlah tim lapangan ditambah menjadi lima kelompok dengan total sekitar 50 personel. Selain itu, penguatan basis data pohon juga dilakukan guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

Upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Perhubungan, guna memastikan penanganan yang cepat dan terintegrasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, pohon tumbang merupakan salah satu dampak dari anomali cuaca yang terjadi pada masa peralihan musim.

“Peralihan dari musim hujan ke kemarau menyebabkan anomali cuaca meningkat. Ini yang memicu hujan deras disertai angin kencang,” ujarnya.

BPBD mencatat, pada awal April terjadi lonjakan kejadian bencana akibat cuaca ekstrem, dengan jumlah kejadian mencapai lebih dari 100 peristiwa dalam satu hari. Kondisi ini mendorong Pemkot Bandung untuk meningkatkan status kewaspadaan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD secara aktif menyebarluaskan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan koordinasi dengan kewilayahan.

“Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak beraktivitas di luar saat cuaca ekstrem. Hindari berteduh di bawah pohon atau di dekat bangunan yang berpotensi roboh,” katanya.

BPBD juga memperkirakan kondisi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga akhir April, sebelum memasuki musim kemarau pada Mei yang diprediksi lebih kering dari biasanya.

Melalui sinergi lintas perangkat daerah dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, Pemerintah Kota Bandung berharap risiko bencana akibat cuaca ekstrem, khususnya pohon tumbang, dapat diminimalkan.

Pemkot Bandung pun mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keselamatan diri di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu. ***

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
7 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x