Ilustrasi Beras Premium. Istimewa TODAYNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) resmi mengekspor perdana beras cadangan beras pemerintah (CBP) premium sebanyak sekitar 2.280 ton ke Arab Saudi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan ini adalah langkah pertama bagi Indonesia mengekspor beras dengan jumlah yang sangat besar.
“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan di bulan Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok kita di bulan Maret,” kata Mentan, mengutip Jumat (6/3/2026).
Mentan menambahkan ekspor beras tersebut dilakukan tidak hanya ke Saudi, sebelumnya Indonesia juga telah menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain, seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
“Ini kita ekspor. Kita sudah menjajaki beberapa negara Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ujar Amran.
Amran menekankan bahwa ekspor beras tahap awal nilai Rp38 miliar ini merupakan aksi nyata pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras.
“Ini 2.280 ton, 2.000 ya, bukan 1.000 ton ya. Ini aksi nyata bukan ilusi. Kita kirim 2.000 ton,” tambah Mentan Amran.
Lebih lanjut, ekspor perdana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Amran menyebut bahwa ke depan, potensi pasarnya akan lebih besar karena mencakup jemaah umrah dan mukimin Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan beras yang dikirim ke Saudi merupakan beras CBP premium dengan standar kualitas tinggi.
“Beras yang kita berikan adalah beras yang terbaik dengan kualitas premium pecahannya 5 persen, kadar airnya di bawah 14 persen. Selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15 persen, ini pecahannya 5 persen,” kata Ahmad.