x

Pembangunan 66 RS Lengkap Dikebut, DPD: Kita Optimalkan Serapan Beasiswa Dokter Spesialis

waktu baca 3 menit
Senin, 16 Feb 2026 21:01 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya menghadirkan rumah sakit lengkap berkualitas yang ramah disabilitas dan tahan gempa melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo.

Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma, mengapresiasi upaya peningkatan tersebut. Menurutnya upaya tersebut sebagai bagian dari Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Komite III DPD RI mengapresiasi pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di sejumlah daerah di Indonesia oleh Kemenkes sebagai bagian Misi Asta Cita Presiden,” kata Filep dalam keterangan yang diterima Senin (16/2/2026).

Sebagai informasi, saat ini sebanyak 11 RSUD telah selesai pada tahap pembangunan dari 32 RSUD yang ditargetkan di tahun 2025, dan 16 RSUD lainnya diharapkan akan segera selesai dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo pada minggu keempat Februari 2026. Sementara itu, 34 pembangunan RSUD lain ditargetkan selesai pada tahun 2026.

“Totalnya berjumlah 66 rumah sakit tersebar di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, yang 24 RS diantaranya dibangun di Tanah Papua. Ini progres yang sangat positif dan kita sangat mendukung,” ujar Filep.

Menurutnya, peningkatan kualitas RSUD menjadi Tipe C merupakan langkah konkret pemerintah untuk mendukung pemenuhan layanan kesehatan masyarakat.

Adapun peningkatan kualitas itu meliputi penambahan sarana-prasarana, alat-alat kesehatan hingga pemenuhan SDM tenaga kesehatan termasuk 7 Spesialis Dasar dan tambahan Kompetensi Jantung serta Syaraf.

“Selain itu, Kemenkes juga menargetkan percepatan pelayanan RS Rujukan untuk 4 penyakit katastropik utama atau KJSU yaitu Kanker, Jantung, Stroke Uro-nefrologi, di mana setiap kabupaten/kota memiliki RSUD Kompetensi KJSU Madya. Tentu kami mendukung penuh program ini,” ucapnya.

Selanjutnya, dari hasil koordinasi dan konsultasi DPD dengan Kemenkes kata Filep, bahwa program ini akan ditindaklanjuti dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter dan tenaga kesehatan lainnya,

“Sehingga kehadiran rumah sakit ini betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di setiap daerah, untuk Papua Barat sendiri akan dibangun di Pegunungan Arfak,” sambung Filep.

Lebih lanjut, terkait pemenuhan SDM, Senator asal Papua Barat itu menekankan, bahwa pihaknya akan turut memastikan serapan beasiswa dokter spesialis bagi putra-putri asli Papua berjalan optimal.

Dia berharap dokter-dokter spesialis asli Papua akan mengabdikan diri bagi layanan kesehatan di Papua yang masih sangat terbatas.

“Nah, sebagai ketua Komite III DPD RI, langkah-langkah yang akan kami lakukan ke depan adalah mengoptimalkan peluang beasiswa-beasiswa kedokteran spesialis ini agar nantinya mereka akan mengabdi di Papua Barat, juga Tanah Papua pada umumnya,” kata Filep.

Lebih lanjut, DPD RI kata Filep, sangat menyambut baik kebijakan tersebut, utamanya untuk mempercepat ketertinggalan Papua di bidang kesehatan, khususnya kedokteran.

Sehingga menurutnya, ketika infrastruktur dasar kesehatan dibangun dan disiapkan SDM-nya, secara otomatis pelayanan dasar dan kualitas hidup orang Papua itu akan semakin jauh lebih baik.

“Dan inilah visi yang harus kita dukung bersama-sama, sebagaimana Komite III merupakan mitra kerja dari Kemenkes RI,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
9 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x