Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (6/1/2026). Foto: BPMI Setpres TODAYNEWS.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa ditinggalkan di pemilihan presiden (Pilpres) 2029 tergantung dari hubungan harmonisasi antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
“Gibran bisa saja ditinggalkan, bisa juga tidak, tergantung pada banyak faktor seperti kasus ijazah Jokowi-Gibran, relasi politik Prabowo-Jokowi, sikap politik PDIP dan kinerja Gibran itu sendiri,” kata pengamat politik Yusak Farchan kepada TODAYNEWS, Selasa (17/2/2026).
Dia memandang, sudah banyak bermunculann kelompok-kelompok yang mendorong agar Prabowo tidak lagi menjadikan Gibran sebagai calon wakil presiden (cawapres).
“Sejauh ini, kelompok yang menginginkan Prabowo meninggalkan Gibran memang menguat, tapi belum satu suara soal cawapres,” ujar Yusak.
Yusak berkata, para elite politik saat ini juga belum menggodok secara serius terkait Pilpres 2029 mendatang. Pasalnya, regulasi pemilu akan direvisi.
“Belum ada konsensus politik di level elite terhadap siapa pengganti Gibran. Ini yang membuat peta politik berkembang dinamis,” kata Yusak.
“Sementara itu, kelompok yang menginginkan Prabowo-Gibran dua periode juga terus bekerja membangun narasi,” tambah dia.
Yusak mengatakan, hubungan politik antara Prabowo dengan Jokowi masih sangat erat.
“Sejauh ini, kongsi politik Prabowo-Jokowi masih berjalan dan belum bisa kita sebut pecah kongsi total,” kata Yusak.
Dia menilai, Prabowo belum bisa meninggalkan Gibran. Ke depan, Prabowo akan berhitung secara matang terkait masa depan politiknya di 2029.
“Jadi peluang Prabowo meninggalkan Gibran saya kira masih fifty-fifty,” pungkas Yusak.