x

Pelototi Maraknya Kasus Kereta Anjlok, DPR Desak Kemenhub Lakukan Peremajaan Infrastruktur

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Okt 2025 10:52 83 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, menyoroti rentetan kasus kereta api anjlok yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Huda mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektifitas rekomendasi perbaikan layanan kereta api di tanah air.

“Kasus kereta api anjlok dalam beberapa bulan terakhir terus terjadi. Agustus lalu setidaknya ada tiga kasus yakni anjloknya KA Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, lalu ada Kereta Kuala Stabas di Lampung,” beber Huda dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

“Bulan ini kembali terjadi yakni Kereta Purwojaya di Kedunggede Bekasi. Meski tidak ada korban jiwa tetapi kasus ini tidak bisa dianggap sepele,” tegas Huda menambahkan.

Kereta api dalam beberapa tahun terakhir, kata Huda, merupakan tulang punggung transportasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS), rata-rata jumlah total penumpang kereta api per tahun mencapai ratusan juta.

Seperti pada tahun 2023,total penumpang kereta api nasional baik kereta api jarak jauh, lokal, maupun commuter mencapai 365 juta, sedangkan untuk tahun 2024 penumpang kereta api mencapai 504-505 juta.

“Tingginya jumlah penumpang per tahun ini harusnya dimaknai betapa kereta api telah menjadi tulang punggung transportasi nasional sehingga setiap insiden kecelakaan KA harus menjadi fokus perhatian untuk evaluasi dan perbaikan,” tukasnya.

Huda menilai tingginya intensitas kasus kereta anjlok merupakan bentuk krisis keselamatan transportasi di tanah air. Huda pun menekankan perlunya peremajaan infrastruktur dengan teknologi terbaru.

Menurutnya ada tiga masalah utama yang seringkali menjadi pemicu kecelakaan kereta api di Indonesia, yakni usia prasarana, akumulasi kerusakan sarana, dan adanya cacat prosedur operasional.

“Jalur rel yang berusia tua harus diremajakan. Selain itu harus ada teknologi pengawasan rel seperti track geometry measurement system untuk memindai kerusakan rel secara otomatis,” urainya.

“Kami menilai tingginya insiden kereta api di Indonesia membutuhkan intervensi kebijakan, regulasi, dan aksi konkret yang radikal mengingat tingginya jumlah penumpang untuk moda transportasi ini,” lanjut Huda.

Lebih lanjut, politikus PKB ini mendesak Kemenhub segera mengambil langkah kongkret agar kecelakaan kereta api baik jarak jauh, lokal, maupun commuter tidak terulang lagi ke depannya.

“Sudah saatnya kita beralih dari perawatan korektif yang menunggu kerusakan menjadi perawatan prediktif berbasis data sensor, seperti praktik yang diterapkan di negara maju,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x