Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus. Foto: TODAYNEWS/DhanisTODAYNEWS.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, mengakui bahwa partainya menjadi sasaran lobi-lobi dari berbagai partai politik untuk mendukung wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Lobi-lobi, saya kira pembicaraan-pembicaraan, ngobrol-ngobrol sudah,” kata Deddy pada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Deddy menegaskan bahwa sedari awal PDIP secara tegas dan konsisten menolak usulan Pilkada tidak langsung atau melalui DPRD.
“Dan, sikap kita kan sudah tegas sejak awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD,” jelas Deddy
“Kita tetap tegas, teguh, untuk agar pilkada dipilih secara langsung, bukan diwakilkan pada oligarki DPRD,” tambah Deddy menegaskan.
Meski begitu, Ia tidak menyebut sosok siapa-siapa saja yang melakukan lobi-lobi kepada PDIP. Namun, Deddy mengatakan bahwa lobi-lo i tersebut datang dari partai koalisi pendukung pemerintah.
“Ya kan sudah sangat tegas dari awal yang bicarakan itu Golkar, PAN, PKB, lalu diamini oleh Gerindra, kan gitu nih. Belakangan itu kan, Nasdem dan Demokrat juga sudah setuju. Ya itulah bagaimana lagi menafsirnya kalau bukan dari partai pemerintah,” ungkapnya.
Deddy yang juga Anggota Komisi II DPR itu pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menolak wacana usulan pilkada dilakukan lewat DPRD.
“Kita menunggu dukungan dari masyarakat sipil, bagaimana sikap masyarakat sipil terhadap kehendak dari partai-partai pemerintah itu. Dari partai pengusung pilkada oleh DPRD,” tandasnya.