x

Oknum TNI Aniaya Ojol di Kembangan Jakbar Berakhir Damai, Korban Cabut Laporan

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 20:30 28 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kasus oknum TNI aniaya ojol bernama Hasan (26) di Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya berujung damai. Perselisihan keduanya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Kepolisian pada Senin (9/2) malam.

“Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah ‘clear’ (jelas), damai di tempat,” kata Hasan saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Hasan pun telah mencabut laporan dan memilih memaafkan pelaku. Dalam pertemuan itu, pelaku juga mengakui kesalahannya telah memukul Hasan menggunakan benda tumpul.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga,” kata Hasan.

Hasan menyampaikan, pelaku melakukan penganiayaan karena emosi lantaran saat insiden istrinya sedang sakit.

“Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit,” ungkap Hasan.

Pengemudi ojek online (ojol) itu menjelaskan, penumpang bernama Nur yang saat itu ia antar ternyata adalah tukang pijat langganan istri pelaku.

“Jadi beliau Ibu Nur ini yang saya antar adalah tukang pijit langganan dari istrinya. Istrinya sedang sakit,” kata dia.

Namun, kedatangan Nur terhambat karena titik lokasi yang dipesan di aplikasi tidak akurat.

“Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat,” kata Hasan.

Hasan pun berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memviralkan kasus ini sehingga mempercepat penyelesaian masalah penganiayaan tersebut.

Hasan sempat mengeluhkan lambatnya respon aparat karena status pelaku sebagai aparat. Namun, setelah kasus ini menjadi sorotan publik, mediasi pun segera terlaksana.

“Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya,” ujar Hasan.

Hasan pun menekankan pentingnya fungsi aparat negara menjadi pelindung, bukan ancaman bagi warga.

“Ya pesan saya semoga enggak ada lagi kekerasan kepada warga, apalagi dilakukan oleh pihak aparat. Negara harus lebih mengayomi, menjaga sesama warga negara juga,” katanya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
9 hours ago
10 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x