x

Nilai Tukar Rupiah Melemah Seiring Selat Hormuz Masih Ditutup

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Mar 2026 17:07 26 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu pagi, tercatat melemah sebesar 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.920 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.898 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kondisi Selat Hormuz yang hingga kini masih ditutup.

“Sentimen umum masih risk off, harga minyak masih tinggi dan Selat Hormuz masih ditutup, dan investor masih belum sepenuhnya yakin dan terus berhati-hati memantau perkembangannya,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Selain itu, mengutip Sputnik, Iran telah mengambil langkah untuk memastikan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Zionis Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz. Blokade ini sendiri dipicu oleh operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur strategis utama dalam pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Akibatnya, penutupan jalur tersebut turut berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

“Harga WTI (West Texas Intermediate/minyak mentah yang diproduksi di Texas, AS) saat ini adalah 88 dolar AS per barel dan brent 98 dolar AS per barel,” ujar dia.

Di sisi lain, muncul harapan akan adanya de-eskalasi konflik antara Iran dan AS-Israel. Hal ini menyusul laporan bahwa AS telah menyampaikan rencana kepada Iran untuk mengakhiri ketegangan tersebut.

Anadolu melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan seluruh serangan terhadap infrastruktur energi selama lima hari ke depan.

Menurut Trump, langkah tersebut diambil karena dialog dengan Tehran dalam dua hari terakhir berlangsung “sangat baik dan produktif”.

Namun demikian, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya proses perundingan dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu” yang bertujuan memanipulasi pasar minyak dan finansial.

Ghalibaf juga menegaskan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang “penuh dan menimbulkan penyesalan” bagi para agresor. Ia menambahkan bahwa seluruh pejabat negara tetap solid mendukung kepemimpinan nasional hingga tujuan perang tercapai.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
21 hours ago
2 days ago
2 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x